- Instagram @elkanbaggott
3 Risiko Jika John Herdman Langsung Mainkan Elkan Baggott di FIFA Series 2026
Masuknya kembali Baggott yang sudah lama tidak berada dalam lingkungan tim nasional berpotensi mengganggu keseimbangan tersebut.
Adaptasi ulang tentu membutuhkan waktu, sementara turnamen seperti FIFA Series memiliki jadwal yang relatif singkat.
3. Rentan Menghadapi Serangan Cepat
Postur tubuh Baggott yang mencapai hampir dua meter memang menjadi keunggulan besar dalam duel udara, terutama saat menghadapi bola mati.
Namun di sisi lain, tubuh tinggi tersebut sering kali membuat pergerakannya tidak secepat bek yang lebih lincah.
Dalam sepak bola modern yang menuntut garis pertahanan tinggi, kecepatan recovery menjadi faktor penting bagi seorang bek tengah.
Jika menghadapi tim dengan serangan cepat atau winger yang memiliki akselerasi tinggi, kondisi ini bisa menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan.
Di ajang FIFA Series nanti, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi beberapa tim dengan karakter permainan berbeda, termasuk Saint Kitts and Nevis national football team yang dikenal mengandalkan kecepatan dalam transisi serangan.
Peluang Tetap Terbuka
Terlepas dari berbagai risiko tersebut, kualitas Baggott sebenarnya tidak perlu diragukan.
Bek setinggi 1,96 meter itu sudah memiliki pengalaman bermain di sepak bola Eropa sejak usia muda dan pernah menjadi andalan Timnas Indonesia di berbagai turnamen internasional.
Kehadirannya tetap bisa menjadi opsi penting bagi John Herdman, terutama dalam situasi tertentu seperti menghadapi bola udara atau menjaga keunggulan di menit-menit akhir pertandingan.
Kini keputusan sepenuhnya berada di tangan John Herdman: apakah Baggott akan langsung menjadi bagian inti dari strategi Timnas Indonesia, atau lebih dulu dipersiapkan secara bertahap sebelum kembali dipercaya sebagai tembok pertahanan Garuda.
(tsy)