- Instagram/tejapakualaam
Kiper Lokal Bersinar, Teja Paku Alam Baru Kebobolan 10 Gol di Liga 1, Tapi Belum Dipanggil Timnas
tvOnenews.com - Performa kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
Penjaga gawang berusia 30 tahun tersebut tampil sangat solid sepanjang musim ini di kompetisi Liga 1, bahkan mencatatkan statistik yang lebih baik dibanding sejumlah kiper lokal yang mendapat panggilan Timnas Indonesia.
Meski menunjukkan performa impresif, nama Teja Paku Alam justru belum masuk dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk persiapan menghadapi FIFA Series 2026.
Situasi ini membuat banyak pihak mempertanyakan alasan di balik tidak dipanggilnya kiper Persib Bandung tersebut.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka menyampaikan pendapatnya terkait peluang Teja Paku Alam untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, performa yang ditunjukkan Teja sepanjang musim ini sudah cukup membuktikan bahwa ia layak mendapatkan kesempatan membela skuad Garuda.
Hal itu disampaikan Hodak ketika memberikan komentar mengenai pemanggilan tiga pemain Persib Bandung ke Timnas Indonesia.
- PSSI
“Kalau Anda bertanya kepada saya, saya pikir Teja pantas dipanggil. Mungkin lain kali,” ujar Bojan Hodak.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas bahwa pelatih Persib melihat kualitas Teja Paku Alam sebagai salah satu kiper lokal terbaik di kompetisi domestik saat ini.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebelumnya telah memanggil total 41 pemain untuk menjalani persiapan menghadapi FIFA Series 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat.
Dari daftar tersebut, hanya tiga pemain Persib Bandung yang mendapat panggilan, yaitu Beckham Putra Nugraha, Marc Klok, dan Eliano Reijnders.
Di sektor penjaga gawang, Herdman memilih memanggil lima pemain dengan kombinasi kiper yang bermain di luar negeri serta kiper yang berkarier di kompetisi domestik.
Dua nama yang diprediksi akan menjadi pilihan utama adalah Emil Audero dan Maarten Paes.
Keduanya memiliki pengalaman bermain di kompetisi level tinggi Eropa, sehingga dianggap memiliki jam terbang yang sangat baik.
Sementara itu, slot kiper lokal diisi oleh Nadeo Argawinata, Ernando Ari, serta kiper muda Cahya Supriadi.
Absennya nama Teja Paku Alam dalam daftar kiper Timnas Indonesia menjadi bahan perbincangan di kalangan pecinta sepak bola.
- Instagram @tejapakualam
Pasalnya, jika melihat statistik musim ini, performa Teja justru lebih menonjol dibanding sejumlah kiper lokal lainnya.
Terbaru, Teja kembali mencatatkan clean sheet ketika Persib Bandung mengalahkan Persik Kediri dengan skor 3-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan data yang beredar di media sosial sepak bola, statistik Teja Paku Alam musim ini cukup impresif.
Teja Paku Alam (Persib Bandung) mencatatkan 15 clean sheet dengan hanya kebobolan 10 gol.
Catatan ini menjadikannya salah satu kiper dengan pertahanan terbaik di kompetisi.
Sebagai perbandingan, beberapa kiper lain yang bermain di liga domestik memiliki statistik yang berbeda.
Nadeo Argawinata yang memperkuat Borneo FC mencatatkan 8 clean sheet dengan 24 kali kebobolan.
Sementara Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta mencatatkan 8 clean sheet dengan 28 gol kebobolan.
Di sisi lain, Ernando Ari yang membela Persebaya mencatatkan 7 clean sheet dengan total 27 gol kebobolan.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Teja Paku Alam memiliki catatan yang jauh lebih solid dibandingkan beberapa kiper yang mendapatkan panggilan Timnas Indonesia.
Penampilan Teja Paku Alam sepanjang musim ini memang menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Persib Bandung dalam menjaga konsistensi di papan atas klasemen liga.
Pengalamannya sebagai kiper senior membuat lini pertahanan Persib terlihat lebih stabil.
Selain itu, refleks cepat dan kemampuan membaca permainan lawan juga menjadi kekuatan utama yang dimilikinya.
Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa Teja merupakan salah satu penjaga gawang lokal paling konsisten di kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir.
Namun hingga saat ini, performa impresif tersebut belum cukup untuk mengantarkannya kembali ke skuad Timnas.
Beberapa pihak menduga faktor usia bisa menjadi salah satu pertimbangan, sementara lainnya menilai bahwa pelatih Timnas mungkin sedang mempersiapkan regenerasi di posisi penjaga gawang. (adk)