- Reuters/Dan Hamilton dan X @timnasindonesia
Sederhana Tapi Patrick Kluivert Tak Bisa, Bung Ropan Sebut Hanya John Herdman yang Mau Lakukan Hal Ini untuk Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia akhirnya semakin dekat.
Pelatih asal Inggris tersebut dijadwalkan menjalani laga perdananya saat skuad Garuda menghadapi Timnas St. Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026.
Pertandingan itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 Maret 2026.
Meski hanya berstatus laga uji coba internasional, duel tersebut dinilai memiliki arti penting karena menjadi panggung pembuktian pertama Herdman sebagai pelatih baru Indonesia.
Publik sepak bola Tanah Air menaruh harapan besar kepada mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
- Timnas Indonesia
Reputasinya terbilang mentereng setelah sukses membawa Kanada tampil di Piala Dunia FIFA 2022, mengakhiri penantian panjang selama lebih dari tiga dekade.
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai laga melawan St. Kitts and Nevis akan menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana dampak kehadiran Herdman bagi Timnas Indonesia.
“Saya pikir ini adalah panggung John Herdman yang pertama bersama Timnas Indonesia sekaligus sebagai ajang pembuktian. Karena banyak orang yang masih penasaran,” ujar Ronny Pangemanan dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV.
Pria yang akrab disapa Bung Ropan itu bahkan menilai Herdman menunjukkan keseriusan yang jarang dilakukan pelatih Timnas sebelumnya.
“Kalau saya lihat, dia ini auranya bagus. Karena, dia bersedia membawa keluarganya untuk tinggal di Jakarta. Ini tidak mudah. Tidak ada pelatih-pelatih sebelumnya yang bersedia melakukan itu,” ujar Bung Ropan.
Keputusan membawa keluarga untuk menetap di Indonesia dianggap sebagai sinyal komitmen jangka panjang terhadap proyek sepak bola nasional.
- Kolase tvOnenews.com
Selain itu, Herdman juga dinilai fleksibel dalam bekerja sama dengan federasi. Ia tidak memaksakan membawa banyak staf dari luar negeri.
Sebaliknya, ia bersedia mengikuti keinginan PSSI yang ingin melibatkan pelatih lokal dalam tim kepelatihannya.
“Dia juga bisa mengikuti permintaan PSSI untuk menggunakan asisten pelatih lokal. Ini bagi saya adalah satu hal yang positif. Dia tidak membawa gerbong asisten pelatih yang banyak, tetapi hanya satu sampai dua orang saja,” tambah dia.
Langkah tersebut dipandang sebagai kesempatan penting bagi pelatih lokal untuk menyerap ilmu dari sosok yang memiliki pengalaman di level internasional.
Dalam persiapan menuju FIFA Series 2026, Bung Ropan menilai Herdman berada dalam situasi yang cukup ideal.
Ia tidak perlu melakukan perubahan besar terhadap komposisi pemain yang ada.
“Saya rasa, selama masa persiapan ini, John Herdman juga diuntungkan karena tidak perlu banyak merombak pemain. Dia juga tidak perlu mengambil pemain-pemain lagi untuk dinaturalisasi karena waktunya mepet,” kata Ropan.
“Kalau untuk kepentingan Piala Asia 2027 yang akan berlangsung tahun depan, penambahan pemain masih okelah. Namun, untuk saat ini kekuatan Timnas Indonesia sebetulnya sudah mumpuni,” ia menambahkan.
Saat ini skuad Garuda diperkuat sejumlah pemain diaspora yang bermain di Eropa, seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, hingga Maarten Paes.
Jay Idzes diketahui bermain untuk US Sassuolo Calcio, sementara Emil Audero membela US Cremonese.
Kevin Diks berkarier di Borussia Mönchengladbach, sedangkan Maarten Paes memperkuat AFC Ajax.
Dengan pengalaman bermain di liga Eropa, para pemain tersebut dianggap memberikan kedalaman skuad yang lebih baik bagi Indonesia.
Jika melihat peringkat dunia FIFA, Indonesia memang berada di atas St. Kitts and Nevis.
Tim Merah Putih saat ini menempati posisi ke-122 dunia, sedangkan lawannya berada di peringkat ke-154.
“Untuk ukuran FIFA Series melawan St. Kitts and Nevis, kualitas Timnas Indonesia kan berada di atas mereka. Dari peringkat saja sebetulnya sudah jauh. Kita berada di peringkat ke-122 FIFA, mereka berada di 154 FIFA,” ujar Ropan.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa sepak bola tidak selalu berjalan sesuai peringkat.
“Namun, sepak bola tidak bisa hanya melihat itu saja. Itu bukan jaminan,” tambahnya.
Menariknya, Herdman sebenarnya tidak asing dengan lawan yang akan dihadapi Indonesia.
Ketika masih melatih Kanada pada 2018, ia pernah menghadapi St. Kitts and Nevis dalam laga internasional.
Kala itu Kanada hanya menang tipis 1-0, sebuah bukti bahwa tim asal Karibia tersebut bisa memberikan perlawanan sengit.
“John Herdman pasti sudah tahu dengan situasi ini. Karena punya pengalaman melatih Timnas Kanada, dia juga pernah menghadapi St. Kitts and Nevis. Mereka saat itu bisa menang dengan susah payah,” ujar Ropan.
Tim-tim dari kawasan Karibia dikenal memiliki kekuatan fisik, kecepatan, dan disiplin bertahan yang kerap menyulitkan lawan.
Bagi Herdman, pertandingan di GBK nanti bukan sekadar soal hasil akhir.
Lebih dari itu, publik ingin melihat bagaimana ia meramu strategi, menentukan susunan pemain terbaik, serta membaca jalannya pertandingan.
“Jadi, Herdman tahu ini adalah tim yang kuat. Meski tidak punya pemain-pemain hebat, lawan kita ini tetap tim yang baik. Nah, di sinilah yang ditunggu, kejelian dan kecerdasan seorang John Herdman dalam meramu starting eleven terbaik,” katanya.
Debut di depan puluhan ribu suporter di Gelora Bung Karno tentu menjadi momen emosional sekaligus ujian teknis bagi Herdman.
Jika mampu menghadirkan permainan meyakinkan dan kemenangan di laga perdana, kepercayaan publik terhadap proyek barunya bersama Timnas Indonesia akan semakin kuat.
Sebaliknya, hasil yang kurang memuaskan bisa langsung memunculkan pertanyaan besar dari para pendukung Garuda.
(tsy)