- Instagram/team.bulgaria
Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Pelatih Bulgaria Pusing Tujuh Keliling Jelang FIFA Series 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia tampaknya mendapatkan kabar baik menjelang FIFA Series 2026. Sebab, pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, dihadapkan oleh masalah pelik.
Skuad Garuda akan memulai era baru bersama John Herdman. Sang pelatih asal Inggris akan melakoni dua laga pertamanya pada akhir Maret ini dengan tampil di FIFA Series 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pertama yang akan digelar pada 27 Maret 2026. Tiga hari kemudian, mereka akan menghadapi salah satu di antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon.
Ada potensi besar untuk Timnas Indonesia dan Bulgaria berjumpa di final. Keduanya merupakan unggulan untuk ajang ini dengan peringkat FIFA terbaik, dibandingkan Kepulauan Solomon dan Saint Kitts and Nevis yang berada di 150-an.
Jelang lawatan ke Jakarta, pelatih Aleksandar Dimitrov telah memanggil 27 nama untuk diboyong. Mereka membawa sejumlah pemain kunci, termasuk Ilia Gruev, gelandang andalan Leeds United.
Namun demikian, Dimitrov tidak bisa mengandalkan sejumlah pemain andalannya. Sebab, sebagaimana dilaporkan media Bulgaria, Sportal.bg, dua tim kuat Bulgaria, Levski Sofia dan Ludogorets, sama-sama enggan untuk melepas para pemain andalannya.
“Pelatih tim nasional Bulgaria, Alexander Dimitrov, mengalami kesulitan dalam menyusun skuad untuk tur eksotis mendatang ke Indonesia, di mana kami akan berpartisipasi dalam turnamen bersama tuan rumah, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts dan Nevis,” tulis Sportal.
“Sportal.bg mengetahui bahwa tim-tim unggulan Levski dan Ludogorets tidak ingin melepas pemain inti mereka karena beberapa alasan,” tambahnya.
Menurut warta tersebut, Levski dan Ludogorets enggan melepas para pemain karena perjalanan panjang ke Indonesia. Itu memerlukan 15 jam untuk perjalanan dan juga tingkat kelembaban yang tinggi bisa memberikan dampak kepada para pemain.
Kedua tim sama-sama akan memiliki pertandingan penting hanya beberapa hari setelah FIFA Matchday. Jadi, mereka enggan untuk melepas para pemain pentingnya.
“Kendala utamanya adalah perjalanan yang panjang, yang akan memakan waktu lebih dari 15 jam sekali jalan. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi akan membutuhkan beberapa hari aklimatisasi setelah kembali ke Bulgaria,” tambahnya.
“Selain itu, tur akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 31 Maret, dan beberapa hari kemudian kedua tim akan menghadapi pertandingan berat di kejuaraan. The Blues akan mengunjungi Dobrudzha, dan Ludogorets akan menjamu CSKA 1948,” lanjutnya.
Menurut laporan tersebut, setidaknya ada enam pemain dari kedua tim yang tidak bisa dilepas. Keenamnya dianggap sebagai pemain kunci untuk tim peringkat 87 FIFA tersebut.
“Ada enam pemain di kedua tim yang bisa dikatakan sebagai tokoh kunci - Ivaylo Chochev, Anton Nedyalkov, Svetoslav Vutsov, Kristiyan Dimitrov, Radoslav Kirilov, dan Georgi Kostadinov,” tulisnya.
Lebih lanjut, Levski Sofia dan Ludogorets hanya melepas sejumlah pemain pelapis mereka. Hal yang sama juga berlaku untuk CSKA 1948.
“Salah satu opsi adalah Levski dan Ludogorets melepas beberapa pemain cadangan mereka jika Dimitrov menginginkannya. Misalnya, Ivan Yordanov dan Assen Mitkov,” tulis Sportal.
“Sedangkan untuk CSKA, satu-satunya pemain inti di sana adalah bek Teodor Ivanov. Ia akan dipanggil dan ada kemungkinan besar bahwa The Reds akan melepasnya. CSKA 1948, yang menempati posisi ketiga di klasemen, akan bertindak dengan cara yang sama. Mereka tidak akan menskors pemain mereka untuk tim nasional, selama mereka tidak cedera, menurut informasi yang diperoleh Sportal.bg,” tambahnya.
Hal ini tentunya membuat pelatih Aleksandar Dimitrov perlu putar otak. Di sisi lain, situasi ini bisa menguntungkan untuk Timnas Indonesia, mempertimbangkan kekuatan lawan yang pincang. (rda)