- tvOnenews-Dwi RB
Panggilan Timnas Indonesia Berujung Bully, Marc Klok Pasang Badan untuk Beckham Putra
Bandung, tvOnenews.com - Kapten tim Persib Bandung, Marc Klok angkat bicara soal perundungan terhadap Beckham Putra Nugraha. Menurutnya ini adalah sikap yang negatif dari oknum pendukung Timnas Indonesia.
Beckham menjadi satu dari 24 pemain yang terpilih masuk ke skuad final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Banyak pihak yang menilai gelandang serang Persib itu tidak layak membela seragam Merah Putih.
"Saya pikir saya sudah melihat tanggapan dalam dua minggu terakhir ini. Kalau mungkin saya ada di sana juga mungkin akan dibully. Ada pemain lain, Yakob (Sayuri) juga dibully dan saya bingung," ujar Klok ketika diwawancara di Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (26/3/2026).
Hujatan di media sosial pun begitu ramai sehingga membuat Klok terpancing berkomentar pada unggahan salah satu akun instagram. Menurutnya dukungan ke pemain Timnas tentu harus diberikan, apapun latar belakang klub asal pemain tersebut.
"Saya lihat ada postingan untuk satu foto dan saya biasanya saya tidak komentar apa pun di media apa pun. Tapi sekarang saya lihat banyak komentar soal Beckham juga, saya berkomentar, baru komentar, kamu bisa baca," lanjutnya.
Menurutnya tak ada keuntungan dari merundung pemain yang membela Timnas. Karena itu justru akan memberi dampak buruk dari aspek mental sehingga tidak mampu mengeluarkan performa terbaiknya.
"Dampaknya adalah performa pemain akan turun, dan satu-satunya hal yang menyenangkan bagi orang-orang adalah mereka bisa membully lebih banyak lagi, tapi anda kehilangan bakat, anda kehilangkan kesempatan bagi pemain tampil di tim nasional, anda kehilangan kualitas pemain," ujar Klok.
Pemain berusia 32 tahun ini menilai justru setiap warga negara Indonesia harusnya mendukung Beckham. Karena dia memang layak menembus skuad Timnas usai mendapat pencapaian bagus di dua musim terakhir.
"Dan kenapa? Dia main bagus selama dua tahun, dia juara. Kenapa orang mulai berkomentar tentang ini? Karena dia kecil? Oke, tapi dia bermain. Ada pemain di Timnas yang bahkan tidak bermain di klub, tapi mereka di Timnas dan mereka tidak dibully. Kenapa mereka di Timnas? Kita juga bisa bicara soal ini," ujarnya.
"Jadi, anda tahu, tapi meskipun begitu, kita harus mendukungnya. Tidak ada waktu untuk mengkritik dan menjadi negatif. Saya pikir ini sangat penting bagi orang-orang untuk mulai paham dan mengedukasi diri mereka sendiri tentang hal ini," pungkas Klok.