news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ramadhan Sananta Jadi Bulan-bulanan Fans Hingga Trending di X Gile, Mauro Masuk Langsung Jebol!.
Sumber :
  • instagram

Ramadhan Sananta Jadi Bulan-bulanan Fans Hingga Trending di X: Gile, Mauro Masuk Langsung Jebol!

Performa Sananta di laga melawan Saint Kitts & Nevis langsung menjadi sorotan publik. Situasi semakin panas ketika Sananta mulai dibandingkan dengan Mauro Zijlstra
Jumat, 27 Maret 2026 - 21:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Ramadhan Sananta mendadak trending di media sosial X saat Timnas Indonesia menjalani laga FIFA Series 2026. 

Bukan karena gol atau performa gemilang, melainkan karena kritik tajam dari netizen yang menilai penampilannya kurang maksimal di lini depan.

Situasi semakin panas ketika Sananta mulai dibandingkan dengan Mauro Zijlstra, pemain lain yang dinilai lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. 

Perdebatan ini muncul di tengah momen penting, yakni debut pelatih baru John Herdman yang tengah membentuk wajah baru Timnas Indonesia lewat FIFA Series 2026.

Trending di X: Sananta Jadi Sasaran Kritik

Performa Sananta di laga melawan Saint Kitts & Nevis langsung menjadi sorotan publik. Banyak netizen meluapkan kekecewaan mereka karena sang striker dinilai gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas.

Komentar pedas pun bermunculan di X, bahkan cenderung bernada sarkastik.

“Sananta daritadi uda setengah mampus ga gol gol ampe engappp wkwkwk”

“Mauro cuma butuh 2 menit buat golin, sananta butuh 2 kebun sawit buat golin”

“gilee mauro langsung jebol, beda jauh ama sananta wkwkw”

“Sananta ini first touchnya jelek terus”

“Mauro gantiin Sananta langsung nyetak gol, emang gak hoki Sanantaaa~”

Bahkan ada pula yang menyinggung performanya sejak era Patrick Kluivert.

“Sananta dari jaman Kluivert gak pernah mampu manfaatkan peluang. Jangan mainkan lagi lah…”

“70 menit Sananta gak ngapa ngapain, Mauro 5 menit 1 gol”

Komentar-komentar tersebut mencerminkan ekspektasi tinggi publik terhadap lini serang Timnas Indonesia, terutama di era baru yang dipimpin Herdman.

Ramadhan Sananta Jadi Bulan-bulanan Fans Hingga Trending di X Gile, Mauro Masuk Langsung Jebol!
Sumber :
  • Tangkapan layar

Starter di Era Herdman, Tapi Minim Finishing

Dalam laga perdana FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sananta dipercaya sebagai starter di lini depan. 

Ia masuk dalam daftar pemain utama bersama nama-nama seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Beckham Putra Nugraha.

Susunan pemain ini menunjukkan komposisi kuat Timnas Indonesia yang kini diisi banyak pemain dari klub-klub Eropa. 

Di bawah mistar, Maarten Paes dipercaya sebagai penjaga gawang, sementara lini belakang diperkuat Idzes, Rizky Ridho, dan Baggott.

Di lini tengah, Jordi Amat, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk menjadi motor permainan. Sementara lini serang dihuni Ole Romeny, Beckham Putra, dan Ramadhan Sananta.

Namun, meski mendapat kepercayaan penuh, Sananta justru kesulitan menunjukkan ketajamannya. Ia beberapa kali mendapatkan peluang emas, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.

Salah satu peluang terbaik terjadi pada menit ke-26, saat ia lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan kiper. 

Sayangnya, penyelesaian akhirnya terlalu terburu-buru sehingga bola berhasil diamankan oleh kiper lawan, Archibald Julani.

Di penghujung babak pertama, ia kembali memiliki kesempatan emas saat berlari sendirian menuju gawang. Namun, tekanan dari bek lawan membuatnya gagal menyelesaikan peluang tersebut.

Beckham Bersinar, Sananta Tenggelam?

Di saat Sananta kesulitan mencetak gol, Beckham Putra justru tampil gemilang. Ia sukses mencetak dua gol di babak pertama, masing-masing pada menit ke-14 dan 25, berkat assist dari Ole Romeny.

Gol pertama lahir dari aksi individu impresif setelah menerima umpan terobosan, melewati bek dan kiper lawan. Sementara gol kedua tercipta lewat penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.

Perbedaan performa ini membuat perbandingan antara pemain semakin tak terhindarkan. Apalagi, kehadiran Mauro Zijlstra di bangku cadangan menambah tekanan bagi Sananta, mengingat efektivitasnya yang disebut-sebut lebih tinggi.

Meski demikian, perlu diingat bahwa FIFA Series 2026 merupakan ajang awal bagi John Herdman untuk membentuk tim. Eksperimen dan rotasi pemain menjadi hal wajar dalam fase ini.

Sananta sendiri masih memiliki peluang untuk membuktikan kualitasnya. Kritik tajam dari netizen bisa menjadi motivasi tambahan untuk bangkit dan menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi ujung tombak Timnas Indonesia.

Pada akhirnya, persaingan di lini depan justru menjadi sinyal positif. Dengan banyaknya opsi striker seperti Sananta, Mauro, hingga Ole Romeny, Timnas Indonesia kini memiliki kedalaman skuad yang lebih baik.

Tinggal bagaimana setiap pemain memanfaatkan kesempatan yang diberikan, karena di level internasional, satu peluang bisa menjadi pembeda antara pujian dan kritik tajam dari publik. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral