- Instagram - FC Emmen
Tim Geypens Dikejar Jurnalis Belanda, FC Emmen Akui Sempat Ragu Beri Menit Bermain
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia U-20, Tim Geypens ternyata sempat dikejar-kejar jurnalis Belanda. Skandal paspor yang menyeret namanya membuat klubnya, FC Emmen memilih untuk menyembunyikan sang pemain.
Media Belanda, Tubania melaporkan Tim Geypens tidak menjawab telepon selama beberapa hari dan tak menanggapi pesan dari jurnalis Belanda.
Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak menyebut pilihan sang pemain disengaja untuk melindungi Tim Geypens dari skandal paspor yang menyeret namanya.
"Kami melindungi Tim Geypens, saya berkata saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Anak muda berusia 20 tahun ini melihat karirnya hancur," kata Nico Haak dikutip Minggu (29/3/2026).
Nico Haak menyebut keterlibatan Tim Geypens di luar kehendak sang pemain. Keterbatasan regulasi hingga pengetahuan klub membuat skandal paspor ini menjadi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.
"Keterlibatannya sepenuhnya di luar kehendak, pengetahuan, dan kesalahannya. Dia dalam sesuatu yang tak bisa dia kendalikan, ini situasi yang mengerikan," kata Nico Haak.
Tim Geypens menjadi pemain pertama di Liga Belanda yang sengaja dicoret dari skuad setelah skandal paspor menyerang.
Tim Geypens yang lahir dan besar di Oldenzaal menjadi warga negara Indonesia pada 2025 lalu untuk membuka kesempatan debut di Timnas Indonesia.
Namun sistem kewarganegaraan tunggal yang dianut oleh Indonesia membuatnya harus menyerahkan paspor Belanda. Hal ini membuat Tim Geypens otomatis menjadi pemain berstatus non-Uni Eropa, yang harus mendapatkan gaji 600 ribu euro atau setara dengan Rp11,7 miliar, angka yang tak mungkin dibayarkan oleh FC Emmen.
Skandal paspor bermula dari laporan NAC Breda pada operator Liga Belanda dan KNVB atas keabsahan pemain Timnas Indonesia, Dean James. Awalnya, laporan tersebut dianggap kekanak-kanakan karena NAC Breda kalah dari klub yang dibela Dean James, Go Ahead Eagles.
Namun akhirnya Liga Belanda melakukan investigasi serius yang membuat nama lain ikut terseret. Tim Geypens bahkan sempat tetap bermain ketika skandal itu masih hangat diperbincangkan.
"Kami harus bermain melawan VVV malam itu, tapi saat itu masih banyak ketidakpastian, itulah mengapa kami membiarkan Tim Geypens bermain," kata Nico Haak.
"Tapi sebelum pertandingan melawan Cambuur, kami menerima telepon dari FBO dan mereka menunjukkan risiko pada kami, karena itu kami memutuskan untuk tidak menurunkan TIm Geypens," katanya.
FBO merupakan organisasi pengusaha klub yang tampil di Liga Belanda. Tim Geypens sengaja disembunyikan selama investigasi KNVB berlangsung.
Sementara itu, bukan hanya pemain berpaspor Indonesia yang menjadi sasaran. Beberapa pemain Suriname yang juga dinaturalisasi dari Belanda mendapatkan sorotan serupa.
Sebut saja pemain Heracles, Djevencio van der Kust, pemain NEC Nijmegen Tjaronn Chery, dan pemain Gronigen Etienne Vaessen yang terpengaruh skandal paspor di tengah perjuangan Suriname untuk menembus Piala Dunia 2026.
Pada akhirnya, bukan slot Piala Dunia yang didapat, melainkan ketakutan masa depan para pemain kelahiran Belanda yang akhirnya tak bisa bermain di Liga Belanda. (hfp)