- YouTube/Justinus Lhaksana
Coach Justin Bongkar Titik Lemah Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026, Bisa Dibantai Jika Lakukan Ini
tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional, Justinus Lhaksana atau dikenal dengan Coach Justin, memberikan analisis tajam jelang laga final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia menghadapi Bulgaria.
Ia menilai kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan sebenarnya skuad Garuda.
Menurutnya, laga tersebut lebih cocok disebut sebagai pemanasan bagi pelatih baru John Herdman yang masih dalam tahap memahami karakter para pemainnya.
“4-0 is a good start ya. Tapi kita juga tahu ini tim rank 154 ini. Jadi ini lebih ke pemanasan lah buat John,” ujar Coach Justin, dilansir dari kanal YouTube pribadinya.
- kitagaruda.id
Awal Lambat Jadi Catatan Serius
Meski menang besar, Coach Justin menyoroti sejumlah kekurangan yang dianggap krusial, terutama dari segi tempo permainan.
Ia mengungkapkan bahwa Herdman sendiri tidak sepenuhnya puas dengan performa tim di laga perdana.
“Dia bilang kita mulainya terlalu lambat dan pemain harus masukin ke otak bahwa kita harus bermain lebih cepat. Kalau main kayak gini akan dibantai,” ungkapnya.
Masalah ini terlihat jelas, terutama di babak pertama saat Timnas Indonesia beberapa kali nyaris kebobolan lewat serangan balik lawan.
“Berapa kali terutama di babak pertama Saint Kitts itu dapat counter loh,” tambahnya.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Rotasi Besar dan Tanda Eksperimen
Coach Justin juga menyoroti banyaknya pergantian pemain yang dilakukan Herdman.
Hal ini menunjukkan bahwa sang pelatih masih mencari komposisi terbaik untuk tim.
“Dia sudah melihat 19 pemain bermain. Jadi ini benar-benar belum komplit,” jelasnya.
Menurutnya, eksperimen tersebut wajar mengingat ini adalah fase awal pembentukan tim di bawah pelatih baru.
Prediksi Formasi dan Perubahan Strategi
Untuk menghadapi Bulgaria, Coach Justin menilai Timnas Indonesia perlu melakukan perubahan, baik dari sisi pemain maupun pendekatan taktik.
Ia bahkan memprediksi formasi yang lebih realistis untuk digunakan.
“Kita enggak bisa main 4-3-3 karena enggak ada pemain kreatif. Jadi gue bilang enggak jauh beda kayak kemarin 4-4-2,” tegasnya.