- Tangkapan Layar YouTube Coach Justin
Komentar Jujur Coach Justin Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria: Perbedaan Jauh, Tapi…
tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, memberikan pandangannya menjelang laga Timnas Indonesia melawan Bulgaria.
Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026).
Skuad Garuda yang kini dilatih John Herdman melaju ke final setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
- kitagaruda.id
Di sisi lain, Bulgaria tampil lebih mencolok dengan kemenangan telak 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Secara peringkat FIFA, Bulgaria memang lebih unggul karena berada di posisi ke-87, sedangkan Indonesia masih di peringkat ke-121. Meski demikian, pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, menegaskan bahwa timnya tidak terpaku pada ranking.
“Mengenai peringkat FIFA, kami tidak melihat siapa yang berada di posisi ini dalam ranking. Namun, kami hanya memikirkan performa kami,” ujarnya. “Bagaimana cara melawan kekuatan Indonesia dan memanfaatkan kelemahan yang dimiliki tim tersebut.”
Dimitrov juga mengapresiasi perkembangan permainan Timnas Indonesia sejak ditangani John Herdman. Ia menilai terdapat peningkatan dibandingkan periode sebelumnya di bawah Patrick Kluivert.
“Ini akan menjadi pertandingan kedua John Herdman. Saya pikir ada banyak hal positif dalam permainan Indonesia jika dibandingkan dengan pertandingan terakhir melawan Irak, jika saya tidak salah, dan Arab Saudi, yang dimainkan tim Anda,” ucapnya.
Sementara itu, Coach Justin mengakui adanya perbedaan kualitas yang terlihat dari ranking kedua tim. Namun, ia berharap Indonesia bisa bermain lebih cerdas dan efektif.
"Dari sisi (ranking) kita kalah, semoga kita smart lagi bermainnya, dan lebih efektif, karena salah satu kekurangan timnas kita ya di efektivitas, peluangnya terlalu banyak untuk cetak gol, butuh peluang terlalu baik untuk bisa cetak gol," pungkasnya.
Ia juga menambahkan bahwa efektivitas sempat terlihat saat Indonesia menghadapi Saint Kitts and Nevis.
"Walaupun kemarin efektivitasnya tinggi saat lawan Saint Kitts," terangnya.
Lebih lanjut, mantan pelatih timnas futsal Indonesia tersebut menilai bahwa hasil bukan satu-satunya tolok ukur. Bahkan jika kalah tipis, hal itu masih bisa dianggap positif selama permainan berjalan baik.