- ANTARA FOTO/Fauzan
Media Vietnam Heran Timnas Indonesia Tak Cetak Gol, hingga Usai FIFA Series Tim Scouting Eropa Sarankan Bek Lulusan Leverkusen
tvOnenews.com - Sorotan terhadap Timnas Indonesia usai gelaran FIFA Series 2026 terus bergulir dan menjadi perbincangan hangat di berbagai penjuru.
Meski gagal juara, performa Skuad Garuda justru memantik reaksi beragam. Mulai dari keheranan media Vietnam, hingga rekomendasi pemain dari pemandu bakat Eropa.
Berikut rangkuman tiga artikel terpopuler yang paling banyak mencuri perhatian.
1. Media Vietnam Heran, Timnas Indonesia Tak Cetak Gol tapi Justru Kuasai Laga
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia kontra Bulgaria memang berakhir pahit bagi skuad Garuda.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1.
Namun di balik kekalahan tersebut, penampilan pasukan asuhan John Herdman justru menuai perhatian dari media luar negeri, khususnya Vietnam.
Media setempat, TheThao247, mengaku heran dengan performa Indonesia. Meski berstatus sebagai tim underdog, Indonesia justru tampil percaya diri sejak menit awal dan berani menguasai jalannya pertandingan.
"Pertandingan terakhir turnamen persahabatan FIFA Series 2026 berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Bulgaria atas Indonesia, dalam pertandingan yang tidak banyak menghasilkan gol, tetapi tetap menampilkan beberapa momen penting," tulis TheThao247 dalam laporannya, dikutip Senin (30/3/2026).
Skuad Garuda bahkan terlihat lebih proaktif dalam membangun serangan. Permainan cepat dari sisi sayap beberapa kali merepotkan lini pertahanan Bulgaria.
Sayangnya, dominasi tersebut tidak diimbangi dengan penyelesaian akhir yang efektif. Sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Meski begitu, Indonesia tetap memberikan perlawanan sengit.
Bahkan di babak kedua, lini belakang Garuda sempat melakukan penyelamatan krusial tepat di garis gawang untuk menggagalkan peluang Bulgaria menambah keunggulan.
2. Usai FIFA Series, Scouting Eropa Sarankan Indonesia Dekati Bek Didikan Bayer Leverkusen
- Instagram @kleeblatt_fuerth_official
Di tengah evaluasi pasca turnamen, muncul rekomendasi menarik dari kalangan pemandu bakat Eropa.
Seorang talent scout dengan akun @EKScouting menyarankan Timnas Indonesia untuk mulai mendekati bek muda bernama Reno Münz—pemain yang pernah menimba ilmu di Bayer Leverkusen.
Saat ini, Münz bermain untuk Greuther Fürth di Bundesliga 2. Meski klubnya tengah berjuang keluar dari zona sulit, sang pemain dinilai memiliki potensi jauh di atas level kompetisi tersebut.
Secara profil, Münz disebut memiliki keunggulan fisik yang dominan, postur kuat, serta kemampuan duel yang solid sebagai bek tengah kidal.
Menariknya, ia lahir di Jakarta pada 2005, meski kedua orang tuanya merupakan warga negara Jerman. Hal ini membuat namanya sempat dikaitkan dengan peluang membela Timnas Indonesia.
Namun, dalam sebuah wawancara, Münz mengaku belum memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia karena sejak kecil lebih banyak tinggal di luar negeri.
3. Terinspirasi Legenda Liga Indonesia, Striker Saint Kitts Bidik Rekor Gol
- Instagram @harrisonpanayiotou
Sementara itu, dari sisi lawan Indonesia di semifinal, muncul cerita menarik dari penyerang Saint Kitts and Nevis, Harrison Panayiotou.
Setelah timnya kalah telak 0-4 dari Indonesia, Panayiotou justru mengungkap ambisi besar dalam karier internasionalnya.
Ia mengaku terinspirasi oleh legenda negaranya yang juga pernah bersinar di Liga Indonesia, yakni Keith Kayamba Gumbs.
Saat ini, Panayiotou berada di peringkat keempat daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasionalnya.
Ia bertekad untuk terus mencetak gol dan melampaui rekor yang dipegang sang legenda.
Menariknya lagi, Gumbs sendiri sempat memberikan saran kepada Panayiotou untuk mencoba bermain di Indonesia. Ia meyakini atmosfer suporter di Tanah Air akan memberikan pengalaman berbeda.
Nama Keith Kayamba Gumbs memang tak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Ia dikenal sebagai striker legendaris Sriwijaya FC dengan karier gemilang sejak bergabung pada 2007. (asl)