- PSSI
Usai Tampil di FIFA Series 2026, Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Langsung Dihadapkan Situasi Sulit
Jakarta, tvOnenews.com - Para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda akan dihadapkan oleh situasi sulit setelah FIFA Series 2026. Hal ini berkaitan dengan masalah paspor yang melanda mereka di Belanda.
Skuad Garuda mengakhiri FIFA Series 2026 pada Senin (30/3/2026) malam kemarin WIB. Mereka menderita kekalahan dengan skor 0-1 dari Bulgaria akibat gol penalti Marin Petkov.
Ini menandai akhir dari jeda internasional Maret 2026 bagi para pemain Timnas Indonesia. Mereka pun akan kembali ke klubnya masing-masing setelah ini.
Banyak di antara mereka yang berkarier di kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Namun, kini mereka ditunggu oleh berbagai permasalahan pelik.
Sebelum jeda internasional, paspor Dean James dipertanyakan oleh NAC Breda yang takluk 0-6 dari Go Ahead Eagles. Hal ini berdampak kepada para pemain Timnas Indonesia lainnya.
Klub kasta kedua Liga Belanda, FC Emmen, memutuskan untuk tidak menggunakan jasa Tim Geypens untuk sementara waktu. Sedangkan kehadiran Nathan Tjoe-A-On juga diprotes oleh TOP Oss usai kalah 1-3 dari Willem II.
Masalah ini juga bisa mempersulit para pemain Timnas Indonesia lainnya di Eredivisie. Justin Hubner, misalnya, berpotensi dipinggirkan oleh Fortuna Sittard dalam pertandingan melawan AZ Alkmaar pada Sabtu (4/4/2026) malam WIB mendatang.
- PSSI
Saat ditanyakan seusai laga melawan Bulgaria, Hubner mengaku belum tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Dia tak tahu apakah dirinya bisa bermain melawan AZ.
“Saya tidak tahu, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi,” kata Hubner mengenai kasus paspor non-Uni Eropa yang sedang ramai dibahas di Belanda.
Hubner kembali didesak tentang apakah dirinya bisa bermain untuk Sittard di akhir pekan nanti. Namun, sang bek tengah hanya menjawab singkat: “Saya tidak tahu”.
Sejauh yang diketahui, kasus ini hanya melanda para pemain Timnas Indonesia yang didaftarkan dengan paspor Belanda. Sebab, mereka harusnya kehilangan kewarganegaraan setelah dinaturalisasi sebagai WNI.
Dampaknya ada pada pemberian gaji. Jika didaftarkan dengan status WNI, maka mereka seharusnya menerima gaji minimal 600 ribu euro per tahun, terbilang mahal untuk klub-klub Eredivisie.
Untuk bisa dimainkan, maka mereka harus didaftarkan ulang sebagai WNI. Dalam hal ini, Maarten Paes tidak terdampak karena Ajax Amsterdam mendaftarkannya sesuai dengan peraturan usai ditebus dari FC Dallas pada bursa transfer musim dingin lalu.
- FC Emmen
Tak ayal, nasib mereka pun dipertanyakan setelah jeda internasional Maret 2026 ini. Tim Geypens menjadi satu pemain yang paling merugi hingga direktur FC Emmen, Nico Haak, mengakui bahwa kariernya terancam.
“Ternyata, seketika seseorang secara sukarela menjadi warga negara Indonesia, mereka kehilangan paspor Belanda. Itu tampaknya yang terjadi kepada Tim,” kata Haak kepada DVHN.
“Itu benar-benar di luar kemauan, pengetahuan, dan bukan kesalahannya. Kami menghadapi seorang talenta berusia 20 tahun yang melihat keseluruhan hidupnya kolaps. Itu benar-benar situasi yang tidak menyenangkan,” tambahnya. (rda)