- PSSI
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara
Melihat sengkarut administratif yang semakin kacau, Tijmen van Wissing menilai situasi rumit ini seharusnya sudah bisa diantisipasi sejak awal oleh pemain dan agen mereka.
Pasalnya, regulasi sepak bola di Benua Biru sangatlah ketat dalam membatasi kuota dan mengatur standar pemain dari luar Uni Eropa.
"Saya pikir itu jauh lebih bodoh dari para pemain dan agen. Mereka seharusnya memikirkannya matang-matang," ujar Van Wissing sebagaimana dikutip dari Twente Fans, Kamis (2/4/2026).
Van Wissing kemudian membeberkan efek domino finansial yang sangat berat akibat perpindahan paspor ini.
Di kasta tertinggi Liga Belanda (Eredivisie), pemain dengan status non-Uni Eropa wajib dibayar dengan standar gaji minimum yang luar biasa tinggi, yakni mencapai 608 ribu Euro atau setara dengan Rp11,9 miliar.
- Instagram/timgeypens_
Beban finansial yang fantastis ini tentu membuat klub-klub Eredivisie bermodal cekak langsung angkat tangan.
Akibatnya, pemain potensial seperti Dean James atau bahkan Mees Hilgers terancam kehilangan daya tarik dan sepi peminat di kasta tertinggi sepak bola Belanda.
Van Wissing sangat menyayangkan para pemain muda yang dinilai terlalu silau oleh euforia membela Timnas Indonesia, hingga melupakan masa depan karier profesional mereka di Eropa. Ia juga mencontohkan kasus serupa yang menimpa Tim Geypens di FC Emmen.
"(Tim) Geypens seharusnya tidak tertipu oleh kampanye Indonesia itu. Memang bagus mereka terbang ke sana, tetapi itu hanya berujung pada kesengsaraan," tandasnya mengakhiri kritik.
Polemik panas ini tentu menjadi alarm keras bagi PSSI, pemain diaspora, dan para agen.
Tampaknya, mereka harus jauh lebih jeli dalam membedah regulasi hukum sepak bola internasional sebelum mengambil keputusan besar untuk berpindah kewarganegaraan. (ism)