- Fortuna Sittard Official
Siap-siap Hadapi Kabar Super Buruk soal Pemain Timnas Indonesia di Belanda, Bung Harpa: Ini yang Paling Gua Takutin
tvOnenews.com - Bung Harpa memberikan peringatan bahwa akan ada kabar super buruk soal pemain Timnas Indonesia yang kini sedang bermain di Belanda.
Sebagaimana diketahui, saat ini sedang terjadi kegaduhan di Belanda terkait pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang bermain di sana.
Berawal dari laporan NAC Breda soal status Dean James yang bermain di Go Ahead Eagles kepada KNVB, kasus ini dengan cepat menyasar banyak pemain lainnya.
Kini sudah ada 4 pemain Timnas Indonesia yang diskors untuk sementara waktu akibat kasus ini.
Selain itu, sekitaran 20 pemain lainnya juga harus diskors.
Melihat kasus ini, Bung Harpa mengingatkan untuk bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk.
Sebagai gambaran singkat, kasus ini melibatkan pemain naturalisasi yang bermain di Liga Belanda.
Karena sudah tidak berkewarganegaraan Belanda, maka pemain-pemain tersebut harus mengikuti aturan pemain non-Uni Eropa.
Maka mereka harus didaftarkan ulang sebagai pemain non-Uni Eropa jika ingin tetap bermain di Belanda.
"Dia harus didaftarkan dulu atau kembali sebagai pemain non-EU," kata Bung Harpa dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.
Satu yang menjadi masalah, jika statusnya sudah menjadi pemain non-Uni Eropa, maka mereka harus digaji dengan sangat mahal yaitu sekitar Rp1 miliar sebulan atau Rp12 miliar setahun.
Tentunya harga tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa disanggupi oleh klub dalam waktu yang sangat singkat.
"Kalau didaftarkan sebagai non-EU, apakah klub menggaji dia, 1 miliar sebulan atau 12 miliar setahun," ujar Bung Harpa.
"Klub kemungkinan besar enggak sanggup," lanjutnya.
Namun, masih ada kemungkinan peraturan tersebut direvisi agar pemain diaspora Timnas Indonesia masih bisa bermain di Belanda.
Kemungkinan pertama menurut Bung Harpa adalah menghilangkan batas minimun gaji yang tinggi untuk pemain non-Uni Eropa.
Sayangnya, kemungkinan ini sangat kecil untuk terwujud.
Satu lagi pilihan adalah menurunkan batas minimum gaji sehingga lebih terjangkau bagi klub.
"Mungkin menurunkan angka gaji untuk pemain non-EU, mungkin enggak 600 ribu Euro, mungkin 150 ribu atau 250 ribu yang pada akhirnya mungkin ini bisa dijangkau klub-klub tadi," terang Bung Harpa.