- Instagram/jayidzes
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!
tvOnenews.com - FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi turnamen sarat gengsi baru bagi tim-tim terbaik di Asia Tenggara.
Peta kekuatan sepak bola ASEAN pun akan segera diuji dalam format baru turnamen yang disebut-sebut mirip seperti Arab Cup tersebut.
Sebagai informasi, sebelum bertarung di FIFA ASEAN Cup, skuad asuhan John Herdman tersebut akan lebih dulu mengarungi Piala AFF 2026 pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Di sisi lain, berbeda dengan Piala AFF yang sudah lama terselenggara, turnamen yang dijadwalkan pada September dan Oktober 2026 tersebut, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan, lewat format yang telah dibocorkan oleh media Vietnam, Soha.vn.
Lantas, seperti apa format yang diusung oleh FIFA ASEAN Cup 2026? Berikut penjelasannya.
Bye-bye "grup neraka"
- Dok. AFC | Instagram/ivarjnr
Berkat lonjakan prestasi di ranking FIFA, Timnas Indonesia kini duduk manis di pot 1 bersama raksasa lain, seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Keuntungannya, Skuad Garuda dipastikan tidak akan bertemu musuh bebuyutan mereka, seperti seperti Vietnam atau Thailand di fase awal.
Strategi ini tentu saja memberi ruang napas bagi Timnas Indonesia untuk menyimpan tenaga sebelum bentrokan panas di babak krusial.
Cuma butuh tiga kemenangan untuk angkat trofi
- X/TimnasIndonesia
Bak "ketiban durian runtuh", di turnamen FIFA Series 2026, Timnas Indonesia juga mendapat keuntungan lain, yakni tidak akan bermain di fase grup yang panjang dan menguras fisik.
Hal ini karena FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan sistem gugur yang sangat efisien bagi tim unggulan.
Sebagai penghuni papan atas, Timnas Indonesia mendapatkan hak istimewa, yakni langsung lolos ke babak perempat final.
Secara matematis, jalur juara Timnas Indonesia bak "jalan tol" yang mulus dan bisa saja tanpa hambatan berarti.
Hal itu memungkinkan mereka memiliki peluang yang sangat terbuka lebar untuk menjadi juara. Jay Idzes dkk hanya butuh tiga kemenangan di babak perempat final, semifinal, dan final.
Dapat sokongan "pasukan Eropa"
- Instagram/jayidzes
Inilah pembeda utamanya. Karena turnamen ini digelar tepat pada jendela FIFA Matchday, klub-klub luar negeri, terutama di Eropa, wajib melepas pemainnya ke tim nasional.
Bayangkan tembok kokoh sekelas Jay Idzes atau ketajaman Ole Romeny tampil tanpa kendala izin klub.
Kehadiran bintang-bintang abroad ini tentu akan memberikan perbedaan kelas yang nyata di lapangan hijau, dibandingkan tim-tim lawan yang hanya mengandalkan liga lokal.
Selain itu, karena berstatus kalender resmi FIFA, poin peringkat dunia yang diperebutkan jauh lebih tinggi dibanding Piala AFF yang biasa diikuti oleh Skuad Garuda. Hal ini tentu saja menjadi peluang emas bagi Timnas Indonesia untuk terus terbang tinggi di ranking FIFA.
Tantangan bagi John Herdman
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Meski format kompetisi sangat memihak, bola tetap bundar. Pertanyaan besarnya kini tertuju pada sang juru taktik, John Herdman.
Mampukah ia meramu talenta dari Eropa dan pemain liga domestik menjadi mesin pemenang yang mematikan?
Dengan segala keuntungan yang ada, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan lagi sekadar ajang uji coba, melainkan peluang paling realistis bagi Indonesia untuk akhirnya membawa pulang trofi supremasi Asia Tenggara ke tanah air. (ism)