- FFI
Blusukan ke Papua dan Maluku, Hector Souto Siapkan Generasi Emas Futsal Indonesia untuk Dibawa ke Spanyol
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tengah menyiapkan langkah besar untuk membangun kekuatan tim dari level usia muda. Ia tidak ingin hanya bergantung pada pemain yang sudah ada, melainkan aktif mencari bakat baru langsung ke berbagai daerah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membentuk generasi penerus futsal Indonesia. Hector Souto menilai pembinaan sejak usia dini menjadi kunci agar tim nasional memiliki kualitas yang merata di masa depan.
Tidak seperti program pencarian bakat pada umumnya, Hector Souto memilih turun langsung ke lapangan. Ia ingin melihat sendiri kualitas pemain muda yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.
Wilayah timur Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam agenda tersebut. Papua dan Maluku dianggap sebagai daerah yang menyimpan banyak potensi besar yang belum sepenuhnya tergali.
"Secara pribadi saya akan datang ke Papua dan Maluku dalam dua pekan mendatang untuk menyaksikan pemain," ujar Souto di Instagram Timnas Futsal Indoneigp yang dikutip Senin (13/4/2026).
Pencarian ini akan difokuskan pada pemain kategori U-17. Souto berharap bisa menemukan talenta yang siap dibentuk untuk bersaing di level internasional sejak usia muda.
Dari proses seleksi yang dilakukan, hanya segelintir pemain yang akan dipilih. Sebanyak 14 nama terbaik nantinya akan diberangkatkan ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman bertanding di ajang VI Torneo Naciones U-17 yang bergulir di Spanyol.
Kesempatan tersebut menjadi sangat penting bagi perkembangan pemain muda. Mereka akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara dengan level permainan yang tinggi.
Turnamen yang akan digelar di Spanyol itu melibatkan sejumlah negara kuat. Ajang tersebut menjadi panggung pembuktian sekaligus tolok ukur kemampuan pemain Indonesia.
VI Torneo Naciones U-17 dijadwalkan berlangsung pada 24-28 Juni 2026 di Castro del Rio, Spanyol. Indonesia akan bersaing dengan negara-negara seperti Brasil, Spanyol, Portugal, Prancis, dan Maroko.
Hector Souto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda sesaat. Ia ingin memastikan proses pembinaan berjalan terus menerus dan memberikan dampak nyata.