- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
PSSI Resmi Jalin Kerjasama dengan FFF, Dorong Akademi Sepak Bola Putri hingga Kirim Pemain ke Perancis
Jakarta, tvOnenews.com - PSSI secara resmi menjalin kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Fokus dari kolaborasi itu terkait pengembangan akademi usia dini, bahkan mengirim para pemain Timnas Indonesia Putri ke Prancis.
Acara kesepakatan tersebut berlangsung pada Rabu (15/4/2026) di Kedutaan Besar Prancis, Jakarta. Tercatat, sejumlah tokoh penting hadir.
Dari sisi PSSI, ada Ketua Umum Erick Thohir dan Anggota Eksekutif (Exco), Vivin Cahyani. Kemudian hadir Duta Besar Prancis, Fabien Penone, serta perwakilan FFF, Ludovic Debru.
Ada beberapa fokus utama yang bakal dijalankan dalam kerja sama ini, terutama terkait pengembangan akademi sepak bola untuk perempuan, salah satunya coaching clinic.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Vivin Cahyani mengatakan bahwa hasil dari kolaborasi itu nantinya akan mengirim para pemain Timnas Indonesia Putri U-17 untuk menjalani pelatihan ke Prancis, tepatnya di Clairefontaine.
Clairefontaine sendiri merupakan pusat sepak bola nasional yang mengkhususkan diri dalam pelatihan pemain sepak bola Prancis.
Bahkan, Clairefontaine bukanlah tempat asing bagi publik sepak bola Tanah Air. Pasalnya, Timnas Indonesia U-23 sempat berlaga di sana saat tampil dalam Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 menghadapi Guinea.
"Program kita ini adalah berkelanjutan. Yang pertama adalah coaching clinic yang kita adakan pada tanggal 11 dan 12 kemarin di Bandung," ujar Vivin, Rabu (15/4/2026).
"Kemudian workshop untuk sports management kemarin di FIFA Office yang digagas oleh Garuda Academy bersama pemerintah Prancis," tambahnya.
Lebih lanjut, Exco PSSI tersebut menyebutkan bahwa ada total 28 delegasi yang nantinya dikirim ke Clairefontaine. Di antaranya adalah 20 pemain dan delapan ofisial.
"Yang terakhir adalah kegiatan pengiriman Timnas Junior (U-17) ke Clairefontaine," kata Vivin.
"Kalau kami mengirim 28 delegasi ke Clairefontaine. Itu ada 20 pemain dan delapan ofisial," sambungnya.
Di sisi lain, perwakilan FFF, Ludovic Debru, menjelaskan bahwa pengembangan sepak bola putri juga sejalan dengan visi dan misi federasi Prancis. Bahkan, ia menyebut bahwa Indonesia memiliki kemiripan dengan Negeri Menara Eiffel tersebut.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Menurutnya, Prancis dan Indonesia memiliki kesamaan terkait fase baru dalam pengembangan sepak bola putri nasional.
"Kami adalah federasi saudara, jadi kami memiliki tantangan yang sama, persis sama. Dan yang bisa kami katakan, ada hal-hal yang bisa kami ubah dan hal-hal lain yang tidak bisa. Tetapi melibatkan lebih banyak perempuan dalam sepak bola adalah sesuatu yang baru sejak Piala Dunia 2019 di Prancis, di mana semakin banyak perempuan yang mencari pertandingan sepak bola, tidak hanya pertandingan pria tetapi juga pertandingan wanita," ucap Debru.
"Jadi saya pikir ini bukan masalah tentang apa yang sulit, tetapi lebih tentang apa yang bisa kita lakukan. Dan melibatkan... dan program semacam ini adalah targetnya. Semakin banyak Anda terlibat dan generasi juga berubah. Anda dapat melihat gadis-gadis kecil, Anda dapat melihat wanita muda, jadi itu akan menjadi dunia yang berbeda," lanjutnya.
Kemudian, Duta Besar Prancis, Fabien Penone, menyebut bahwa isu sepak bola putri sejatinya bukan hanya masalah di dua negara tersebut, melainkan di seluruh dunia.
Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan isu representasi hingga pemberdayaan perempuan, khususnya di ranah sepak bola nasional.
"Jika boleh, satu kata saja. Isu olahraga perempuan bukan hanya isu bagi Indonesia, tetapi isu di seluruh dunia. Dan kami juga berjuang, mengalaminya di Prancis. Ini adalah isu organisasi, tetapi pada dasarnya ini adalah isu representasi, pemberdayaan perempuan," jelas Penone.
"Dan apa yang kami lakukan di Prancis, apa yang Anda lakukan di sini, adalah menciptakan peluang bagi para gadis muda ini untuk merasa cukup percaya diri untuk menjadi pemain di masa depan," tutupnya. (igp/fan)