- instagram timnas indonesia
Respons PSSI-nya Prancis Soal Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday 2026: Lawan Dulu Tim Muda
tvOnenews.com - Wacana laga uji coba antara Timnas Indonesia melawan raksasa Eropa, Timnas Prancis, mulai menemukan titik terang.
Setelah sebelumnya digaungkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kini respons resmi datang dari pihak Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) yang membuka peluang meski dengan sejumlah catatan penting.
Isu ini menjadi semakin menarik karena berkaitan dengan agenda FIFA Matchday Juni 2026, di mana Timnas Indonesia memang tengah mencari lawan uji coba berkualitas tinggi.
Jika terealisasi, laga ini berpotensi menjadi salah satu ujian terbesar skuad Garuda, sekaligus mengulang euforia saat menghadapi Argentina pada 2023.
Respons FFF: Peluang Ada, Tapi Realisasi Tak Mudah
Perwakilan FFF, Ludovic Debru, menegaskan bahwa pembahasan laga uji coba antarnegara merupakan hal yang umum terjadi di level federasi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa mewujudkannya bukan perkara sederhana.
“Ini pertanyaan yang lazim. Kalender internasional memang sangat teratur dan tidak mudah diatur,” ujar Debru kepada awak media.
Pernyataan ini menegaskan tantangan utama: jadwal internasional yang padat. Timnas Prancis dikenal memiliki agenda ketat, mulai dari kualifikasi turnamen hingga kompetisi besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.
Dalam konteks ini, menyisipkan laga tambahan melawan Timnas Indonesia membutuhkan negosiasi yang tidak singkat.
Meski demikian, FFF tidak menutup pintu sepenuhnya. Ada pendekatan yang dinilai lebih realistis untuk memulai kerja sama tersebut.
Alih-alih langsung menggelar laga level senior, Debru menyebut pertandingan di kelompok usia muda seperti U-17 dan U-20 bisa menjadi pintu masuk yang ideal.
“Namun salah satu cara terbaik adalah melalui tim-tim usia muda. Mereka perlu lebih banyak bermain dan bersaing,” jelasnya.
Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Secara global, negara-negara kuat seperti Prancis memang menaruh perhatian besar pada pengembangan usia muda.
Data menunjukkan, banyak pemain bintang Prancis lahir dari sistem pembinaan yang kompetitif sejak dini.
Debru juga menekankan pentingnya pengalaman bertanding sebagai bagian dari proses pembentukan pemain.
“Kompetisi bukan segalanya, tapi kita belajar banyak dari sana. Ada saatnya mereka perlu bersaing,” tambahnya.
Ia bahkan menegaskan bahwa fondasi tim nasional masa depan—baik putra maupun putri—sangat bergantung pada seberapa sering pemain muda mendapatkan pengalaman kompetitif.
“Untuk memiliki tim nasional masa depan baik putri maupun putra mereka harus berkompetisi. Jadi menurut saya, keduanya sama-sama sangat penting,” tegas Debru.
- X @timnasindonesia
Erick Thohir Dorong Ambisi Besar Timnas Indonesia
Dari sisi Indonesia, Erick Thohir menunjukkan optimisme tinggi. Ia menilai peluang menghadapi Prancis tetap terbuka selama komunikasi antar federasi berjalan dengan baik.
“Untuk uji coba melawan Prancis, baik di level senior maupun usia muda, peluang itu pasti terbuka. Pada dasarnya, jika ada pertandingan yang bisa kami selenggarakan antara sepak bola Prancis dan PSSI untuk tim nasional kami, kami akan terus mendorongnya ke depan,” ujar Erick, Rabu (15/4/2026).
Namun, Erick juga menekankan pentingnya pendekatan bertahap. Ia tidak ingin terburu-buru memaksakan laga besar tanpa persiapan matang.
Sebagai perbandingan, Timnas Indonesia sebelumnya sukses menggelar laga melawan Argentina pada FIFA Matchday Juni 2023.
Meski kalah, pertandingan tersebut memberikan pengalaman berharga dari sisi teknis, taktik, hingga mental bertanding.
Kini, dengan target FIFA Matchday Juni 2026, Indonesia kembali mencari lawan dengan level setara atau bahkan lebih tinggi.
Jika rencana menghadapi Prancis benar-benar terwujud, dampaknya bisa sangat besar. Tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih luas, mulai dari pengembangan pemain muda hingga sistem pembinaan sepak bola.
Pada akhirnya, peluang duel Timnas Indonesia melawan Prancis memang belum pasti. Namun, sinyal positif dari FFF dan dorongan kuat dari PSSI menjadi indikasi bahwa mimpi tersebut bukan sekadar angan.
Bisa jadi, langkah pertama justru akan dimulai dari level usia muda, sebelum akhirnya publik menyaksikan laga besar yang sesungguhnya di panggung internasional. (udn)