news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kevin Diks dan John Herdman di FIFA Series 2026.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asprilla Dwi

Jika Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dan 2 Negara Ini Dinilai Pantas Rebut Tiket Playoff

Wacana Iran mundur dari Piala Dunia 2026 membuka peluang bagi Timnas Indonesia. Pengamat menyebut tiga negara Asia layak berebut tiket playoff.
Senin, 20 April 2026 - 05:24 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Isu mundurnya Timnas Iran dari ajang Piala Dunia 2026 memunculkan spekulasi besar di dunia sepak bola, khususnya di kawasan Asia.

Jika skenario ini benar terjadi, peluang terbuka bagi negara lain untuk mengisi slot yang ditinggalkan, termasuk Timnas Indonesia.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni 2026.

Namun, situasi geopolitik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat membuat Iran mempertimbangkan untuk mundur dari kompetisi.

Iran sebelumnya dijadwalkan memainkan laga fase grup di wilayah Amerika Serikat, seperti California dan Seattle.

Karena alasan keamanan, pihak Iran sempat mengajukan permintaan kepada FIFA agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko.

Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan, sehingga Iran tetap harus bermain di Amerika Serikat.

Situasi ini memunculkan ketidakpastian, sekaligus membuka peluang munculnya skenario pengganti.

Wacana tersebut menjadi perhatian publik, termasuk di Indonesia, yang mulai berharap adanya kesempatan langka untuk tampil di panggung dunia.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, memberikan pandangannya terkait kemungkinan tersebut.

Jay Idzes dan Kevin Diks usai membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Sumber :
  • Instagram/jayidzes

Ia menegaskan bahwa jika Iran mundur, maka slot pengganti seharusnya tetap berasal dari kawasan Asia.

“Karena Iran ada di zona Asia, tidak fair kalau FIFA menunjuk penggantinya dari Eropa,” ujar pria yang akrab disapa Bung Ropan tersebut.

Ia juga menyinggung rumor yang menyebut negara Eropa seperti Italia berpotensi menjadi pengganti.

Menurutnya, hal tersebut tidak tepat karena jatah tersebut merupakan milik konfederasi Asia.

Dalam analisisnya, Ropan menyebut ada tiga negara Asia yang dinilai paling layak untuk memperebutkan tiket playoff jika skenario itu benar terjadi.

Ketiga negara tersebut adalah Uni Emirat Arab, Oman, dan Indonesia.

Uni Emirat Arab dinilai memiliki peluang besar karena mampu melaju hingga putaran kelima kualifikasi sebelum akhirnya gagal.

Sementara itu, Oman dan Indonesia juga dianggap layak karena berhasil mencapai putaran keempat kualifikasi zona Asia.

Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman
Sumber :
  • dok.tvonenews.com/Ilham Giovani

Menurut Ropan, jika benar ada dua slot dari Asia untuk playoff, maka ketiga negara tersebut kemungkinan harus bersaing terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang berhak melaju.

“Nah, tiga negara ini berarti harus bertarung. Bisa saja mereka diadu untuk menentukan satu atau dua wakil terbaik dari Asia,” jelasnya.

Lebih jauh, ia juga membuka kemungkinan bahwa pemenang dari zona Asia tersebut nantinya akan menghadapi wakil dari Eropa yang juga gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Hal ini bisa menjadi format playoff lintas konfederasi yang menarik. Namun demikian, Ropan mengingatkan agar publik tidak terlalu cepat bereuforia.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait pengunduran diri Iran maupun skema penggantinya.

Ia juga menekankan pentingnya menunggu pernyataan resmi dari PSSI sebagai otoritas sepak bola nasional.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, disebut masih menunggu perkembangan situasi sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.

Di sisi lain, situasi Iran sendiri masih belum sepenuhnya pasti. Meski sempat menyatakan kemungkinan mundur, mereka juga membuka opsi untuk tetap tampil jika pertandingan dipindahkan ke luar Amerika Serikat.

Namun, opsi tersebut juga menemui jalan buntu setelah pihak Meksiko disebut tidak dapat menjadi tuan rumah pengganti untuk laga Iran.

Kondisi ini membuat situasi semakin tidak menentu dan berkembang menjadi “bola liar” di kalangan pecinta sepak bola dunia.

Bagi Indonesia, ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar jika skenario tersebut benar-benar terjadi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:57
03:12
01:39
01:49
01:11
00:57

Viral