news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ditahan Vietnam, Kurniawan Beberkan Masalah Serius Timnas Indonesia U-17.
Sumber :
  • ANTARA

Banyak Catatan untuk Timnas Indonesia U-17, Bung Ropan Sebut Piala Asia U-17 Jadi Ujian Berat

Kegagalan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 jadi alarm serius. Bung Ropan soroti banyak PR jelang Piala Asia U-17 yang penuh tantangan berat.
Selasa, 21 April 2026 - 01:23 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Indonesia U-17 melangkah ke semifinal ajang Piala AFF U-17 2026 menjadi sorotan tajam publik sepak bola nasional.

Hasil tersebut dinilai sebagai alarm serius menjelang keikutsertaan Garuda Muda di Piala Asia U-17 2026 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei mendatang.

Perjalanan Indonesia di ajang regional sebenarnya sempat menjanjikan. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Timor Leste U-17.

Namun performa tersebut tidak mampu dipertahankan secara konsisten.

Kekalahan 0-1 dari Malaysia U-17 menjadi titik awal kesulitan, sebelum akhirnya ditahan imbang tanpa gol oleh Vietnam U-17 di laga penentuan Grup A.

Hasil imbang tersebut menjadi penentu kegagalan Indonesia untuk melaju ke babak semifinal, meski berstatus sebagai tuan rumah di Stadion Delta Sidoarjo.

Situasi ini pun memunculkan banyak evaluasi, terutama terkait efektivitas permainan dan mental bertanding.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan, memberikan analisis mendalam terkait performa Garuda Muda.

Bung Ropan komentari Timnas Indonesia U-17
Sumber :
  • YouTube/bungropan

Ia menilai bahwa peluang Indonesia sebenarnya masih terbuka lebar jika mampu meraih kemenangan atas Vietnam, bahkan dengan skor tipis.

Menurutnya, skenario klasemen mini tanpa menghitung hasil melawan Timor Leste bisa saja menguntungkan Indonesia.

Namun, peluang tersebut gagal dimanfaatkan karena tim tidak mampu mencetak gol.

“Kalau bisa menang 1-0 saja, peluang lolos masih ada. Tapi kenyataannya kita tidak bisa memanfaatkan situasi itu,” ujar Bung Ropan dalam kanal YouTube pribadinya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa upaya perubahan yang dilakukan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto belum mampu memberikan dampak signifikan.

Dalam laga melawan Vietnam, Kurniawan melakukan rotasi besar dengan mengganti enam pemain di starting XI.

Meski permainan dinilai tidak mengecewakan, Bung Ropan menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Ia menilai masalah tidak hanya berada pada satu lini, melainkan hampir di seluruh sektor permainan.

Pelatih Vietnam Terkejut Strategi Bertahan Timnas Indonesia Berujung Petaka, Garuda Muda Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17
Sumber :
  • ANTARA

“PR-nya bukan hanya di satu sisi, tapi di semua sektor. Ini yang harus segera dibenahi,” tegasnya.

Waktu persiapan yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri.

Hanya dalam hitungan sekitar satu bulan, Indonesia harus beralih dari ajang regional ke level Asia yang jauh lebih kompetitif.

Hal ini membuat proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara cepat dan tepat.

Tantangan di Piala Asia U-17 juga disebut jauh lebih berat. Indonesia tergabung dalam grup yang dihuni oleh tim-tim kuat seperti China, Jepang, dan Qatar.

Ketiga tim tersebut memiliki rekam jejak impresif di level usia muda Asia.

Bung Ropan menyoroti kekuatan China yang bahkan pernah mengalahkan Indonesia dengan skor telak dalam laga uji coba.

Sementara Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di Asia dengan kualitas permainan yang konsisten tinggi.

Qatar pun tidak bisa dianggap remeh karena memiliki program pembinaan usia muda yang sangat terstruktur.

Kombinasi ketiga tim ini membuat grup Indonesia disebut sebagai “grup maut”.

“Kita tahu lawan di sana tidak main-main. Semua mantan juara usia muda Piala Asia. China, Jepang, dan Qatar," ujarnya.

Dalam situasi ini, Bung Ropan menekankan pentingnya kesiapan mental dan strategi tim.

Ia berharap Kurniawan Dwi Yulianto mampu melihat ke depan dan mempersiapkan tim secara maksimal agar bisa bersaing.

Target realistis pun disampaikan, yakni minimal mampu lolos dari fase grup, baik sebagai juara grup maupun runner-up.

Namun untuk mencapai hal tersebut, pembenahan di semua lini menjadi syarat mutlak.

Sorotan terhadap performa Timnas U-17 ini menjadi momentum penting bagi tim pelatih untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Dengan waktu yang terbatas dan tantangan yang besar di depan, Garuda Muda dituntut tampil lebih solid dan siap menghadapi persaingan ketat di level Asia. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
01:49
04:22
02:39
00:59
03:27

Viral