- Antara
Mental Monster! Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Sebut Dirinya Terbaik Meski Harus Duel Lawan Messi atau Ronaldo di Lapangan
Jakarta, tvOnenews.com - Tidak banyak pesepak bola yang berani berbicara sejujur ini soal apa yang sebenarnya ada di dalam kepala mereka ketika bertanding. Namun Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang kini memperkuat Sassuolo di Serie A Italia, memilih untuk blak-blakan soal mentalitas dan fondasi kariernya yang sesungguhnya.
Pemain berposisi bek tengah itu dengan lantang menegaskan bahwa rasa percaya diri adalah senjata utama yang tidak pernah ia tinggalkan, bahkan ketika harus berhadapan dengan nama-nama terbesar dalam sejarah sepak bola dunia sekalipun. Baginya, kekalahan mental sebelum peluit berbunyi adalah sebuah dosa yang tidak bisa ditoleransi.
"Selalu dalam pikiran saya. Jika saya harus melawan Messi atau Ronaldo, saya tetap akan berpikir bahwa saya yang terbaik. Itu adalah mentalitas yang tepat untuk sukses," tegas Jay Idzes dikutip dari kanal YouTube Yukka Harlanda, Rabu (22/4/2026).
Ketika ditanya soal apa yang paling menentukan perjalanan kariernya hingga sejauh ini, jawaban Jay Idzes justru menghancurkan mitos bahwa pemain berbakat lahir begitu saja. Ia secara tegas membuang jauh-jauh narasi bakat sebagai faktor utama yang membawanya ke puncak.
- PSSI
"Kerja keras 100%. Kekuatan terbesar saya adalah kemauan dan ketangguhan. Saya tidak akan berada di sini jika saya tidak bekerja keras," ujar Jay Idzes.
Rekam jejak Jay memang berbicara sendiri. Ia tidak melalui jalan mulus menuju Serie A, melainkan menapaki tangga dari liga kasta bawah Belanda bersama FC Eindhoven, lalu ke Go Ahead Eagles, sebelum akhirnya berlabuh di Venezia dan kini Sassuolo.
Namun yang paling menarik perhatian adalah saat Jay mulai berbicara soal disiplin, sebuah kata yang terdengar sederhana tetapi sangat sulit diwujudkan secara konsisten dalam kehidupan nyata seorang atlet muda. Ia mengakui bahwa karakter itu bukan sesuatu yang datang begitu saja, melainkan sesuatu yang ia bangun dengan penuh kesadaran setiap harinya.
"Saya membangunnya. Disiplin harus diciptakan, kamu tidak terlahir dengannya. Kamu harus memaksa diri untuk tidak pergi ke pesta atau tidak minum alkohol karena harus berlatih. Saya melihat itu dari kerja keras ibu saya dalam mengurus saya dan saudara perempuan saya," ungkap Jay Idzes. (fan)