- Instagram/renommuenz
Mengenal Reno Munz, Bek Rp26 Miliar yang Bakal Jadi Saingan Jay Idzes hingga Rizky Ridho di Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Dunia sepak bola Tanah Air kembali dihangatkan dengan rumor kemunculan talenta baru untuk lini pertahanan Timnas Indonesia.
Sosok tersebut adalah Reno Munz, bek muda berbakat yang kini berkarier di kasta kedua Liga Jerman bersama Greuther Fürth.
Namanya mulai diperbincangkan publik setelah akun pemandu bakat Eropa, @EKScouting, memberikan rekomendasi tinggi terhadap kualitas permainannya pada beberapa waktu lalu.
- Instagram @renommuenz
Emir dari @EKScouting menilai bahwa meski klubnya saat ini sedang kesulitan, kemampuan individu Munz berada di atas rata-rata pemain seusianya.
Dalam analisanya, ia menjelaskan bahwa pemain kelahiran Jakarta tahun 2005 itu tengah berjuang terhindar dari degradasi bersama timnya, Greuther Fürth, yang bermain di kasta kedua Bundesliga.
“Reno Münz, Bek tengah kidal asal Jerman, lahir di Jakarta, Indonesia,” tulis @EKScouting.
“Saat ini sedang berjuang menghindari degradasi bersama Greuther Fürth di Bundesliga 2, tetapi itu bukan levelnya — potensinya jauh lebih tinggi,” lanjutnya.
Lantas, seperti apa profil Reno Munz, pemain Bundesliga 2 yang siap dinaturalisasi untuk bermain bersama Timnas Indonesia?
Profil Reno Munz: Bukan keturunan Indonesia, tapi lahir di Jakarta
- Instagram @kleeblatt_fuerth_official
Lahir di Jakarta pada 2 Oktober 2005, Munz memiliki latar belakang unik. Walaupun kedua orangtuanya murni berkebangsaan Jerman, fakta bahwa ia lahir di Indonesia membuka peluang bagi dirinya untuk membela skuad Garuda menurut regulasi FIFA, tanpa perlu melalui proses naturalisasi yang panjang.
Sebagai pemain, ia bisa dikatakan sebagai representasi bek modern. Dengan tinggi badan mencapai 188 cm, Munz sangat dominan dalam duel udara.
Keunggulan utamanya terletak pada kaki kirinya yang dominan, memungkinkannya membangun serangan secara akurat dari lini belakang.
Ia juga dikenal serbabisa karena mampu mengisi posisi bek tengah, bek kiri, hingga gelandang bertahan.
Jejak karier eks anak didik Xabi Alonso
- sgf1903.de
Perjalanan karier Munz terbilang mentereng. Setelah menimba ilmu di SC Fortuna Koln, ia direkrut oleh Bayer Leverkusen U-19 pada tahun 2022.
Selama di Leverkusen, ia menjadi pilar penting dengan catatan 38 pertandingan dan dua gol. Kualitasnya bahkan sempat tercium oleh pelatih utama Leverkusen, Xabi Alonso, yang beberapa kali mengajaknya berlatih bersama tim senior.
Demi mengejar menit bermain reguler, Munz memutuskan pindah ke Greuther Fürth pada musim panas 2024.
Di level internasional, ia pun sudah dipercaya memperkuat tim nasional Jerman kelompok umur, mulai dari U-19 hingga U-20.
Kasih "kode keras" dengan bendera merah putih
- sgf1903.de
Meski sebelumnya sempat menyatakan minim kenangan tentang Indonesia, tapi Reno Munz justru sudah mengirimkan "kode keras" yang menghebohkan netizen.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @renommuenz, ia mengunggah sebuah foto di Instagram Story yang memperlihatkan dirinya dengan kedua rekannya di Greuther Fürth.
Tak sampai di situ saja, ia juga turut menyertakan bendera merah putih yang disandingkan dengan bendera negara lain, seperti Brasil dan Uruguay.
Masa kecil Reno Munz di Jakarta
- Instagram/renommuenz
Meskipun kode tersebut memberikan harapan baru, Munz pernah menceritakan latar belakang masa kecilnya yang jauh dari Indonesia kepada Goal.
“Saya lahir di Jakarta karena pekerjaan orang tua saya yang sering berpindah negara. Setelah saya lahir di Indonesia, keluarga kami pindah kе Australia selama 3,5 tahun,“ ujar Munz.
“Saya pindah ke Koln saat masuk SD, jadi tidak banyak ingatan tentang Indonesia,” tambahnya.
Situasi ini membuat masa depan Reno Munz di Timnas Indonesia kembali membuat penasaran.
Namun dengan sinyal terbaru yang ia berikan melalui atribut bendera Indonesia, peluang sang bek kelahiran Jakarta ini untuk berseragam Merah Putih tampaknya sudah terbuka lebih lebar dari sebelumnya.
Isyarat tersebut juga memicu spekulasi bahwa Munz siap menjadi rekan duet tangguh bagi Jay Idzes di jantung pertahanan Skuad Garuda, terutama menjelang agenda FIFA Matchday pada Juni 2026 mendatang. (asl/ism)