- fenerbahce.org
Media Turki Girang Bukan Main, Pemain Berdarah maluku ini Lebih Berpeluang Pilih Bela Turki Ketimbang Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Nama pemain berdarah Maluku, Jayden Oosterwolde, yang sering dikaitkan dengan Timnas Indonesia kembali jadi sorotan publik sepak bola.
Bek kiri milik Fenerbahce itu kini ramai dikaitkan dengan peluang membela Timnas Turki, meski sebelumnya pernah menolak kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.
Spekulasi ini muncul setelah unggahan terbarunya di media sosial.
Dalam foto tersebut, Oosterwolde terlihat mengenakan atribut latihan tim nasional Turki.
Unggahan sederhana itu langsung memancing reaksi luas, terutama dari media dan suporter di Turki.
Media lokal Turkiye Gazetesi ikut menyoroti momen tersebut.
“Jayden Oosterwolde, yang menjalani musim keempatnya di Fenerbahce, membagikan foto dirinya mengenakan jersey tim nasional Turki. Di media sosial, komentar-komentar menyebutkan bahwa pemain sepak bola Belanda berusia 24 tahun itu mungkin akan memilih Turki,” tulis media tersebut.
- Instagram @jaydenoosterwolde
Respons dari publik Turki pun sangat antusias. Banyak yang berharap pemain berusia 22 tahun itu benar-benar mengambil langkah besar untuk dinaturalisasi.
Oosterwolde dikenal sebagai salah satu bek muda paling potensial di Liga Turki saat ini.
Sejak bergabung dengan Fenerbahce pada awal 2023, performanya terus menunjukkan peningkatan.
Menariknya, meski pernah memperkuat tim muda Timnas Belanda U-21, ia belum pernah tampil di level senior bersama Timnas Belanda.
Situasi ini membuka peluang baginya untuk memilih negara lain sesuai regulasi FIFA.
Selain Turki, Oosterwolde sebenarnya masih memiliki opsi membela beberapa negara lain seperti Belanda, Suriname, dan Indonesia.
Namun, dalam beberapa kesempatan, ia disebut masih memprioritaskan peluang dari Belanda.
Meski wacana membela Turki semakin kuat, prosesnya tidak bisa instan.
Berdasarkan aturan FIFA, pemain yang ingin berganti asosiasi melalui jalur naturalisasi harus tinggal dan berkarier minimal lima tahun berturut-turut di negara tersebut.
Karena baru memperkuat Fenerbahce sejak 2023, Oosterwolde masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi untuk memenuhi syarat tersebut.
Artinya, keputusan membela Turki masih menjadi proyek jangka menengah, bukan sesuatu yang bisa terjadi dalam waktu dekat.
Di tengah proses yang belum pasti, dukungan dari publik Turki justru semakin besar.
Banyak penggemar menilai Oosterwolde punya atribut lengkap sebagai bek modern, mulai dari kecepatan, kekuatan fisik, hingga mental bertanding.
Ia bahkan dianggap cocok dengan gaya permainan agresif yang diusung pelatih Vincenzo Montella di Timnas Turki.
Di sisi lain, fakta bahwa Oosterwolde memiliki darah Maluku sempat membuat namanya masuk dalam radar naturalisasi Indonesia.
Namun, peluang tersebut sudah tertutup setelah ia menolak tawaran tersebut.
Kini, arah karier internasionalnya justru berpotensi berlabuh ke Turki, sebuah keputusan yang tentu akan menjadi sorotan besar, khususnya bagi publik sepak bola Indonesia.
Dengan segala dinamika ini, masa depan internasional Jayden Oosterwolde masih terbuka lebar.
Apakah ia akan menunggu panggilan Belanda, atau benar-benar memilih Turki?
(tsy)