news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Berkaca dari Kasus Fadly Alberto, Kurniawan Dwi Yulianto Buat Aturan Khusus demi Jaga Skuad Timnas Indonesia U-17

Kasus yang melibatkan Fadly Alberto di ajang EPA U-20 menjadi titik balik bagi Kurniawan Dwi Yulianto dalam membina pemain muda Timnas Indonesia U-17 selama TC.
Sabtu, 25 April 2026 - 08:32 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus yang melibatkan Fadly Alberto di ajang EPA U-20 menjadi titik balik bagi Kurniawan Dwi Yulianto dalam membina pemain muda Timnas Indonesia U-17. Sang pelatih memilih mengambil langkah tegas dengan memperketat aturan perilaku di lingkungan skuad Garuda Muda.

Seperti diketahui, kericuhan dalam laga antara Dewa United Banten FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi sorotan tajam publik sepak bola nasional. Insiden yang pecah di penghujung pertandingan itu dinilai mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi di level usia muda.

Aksi paling disorot datang dari Fadly Alberto Hengga yang melepaskan tendangan kungfu ke arah Rakha Nurkholis. Video kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu gelombang kritik karena dilakukan oleh pemain yang berstatus penggawa Timnas Indonesia U-20.

Kurniawan Dwi Yulianto mengaku sangat terpukul melihat kejadian tersebut. Baginya, tindakan seperti itu tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mencederai upaya pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.

“Ya tentunya melihat kejadian kemarin cukup sedih ya. Artinya, terlepas itu pemain tim nasional ataupun bukan, tapi di kelompok junior tidak boleh terjadi,” ujar Kurniawan saat ditemui di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ia menegaskan bahwa para pemain muda masih memiliki perjalanan panjang dalam karier mereka. “Karena karier mereka masih panjang. Kemudian hal-hal tersebut kan mencederai fair play,” lanjut sosok yang akrab disapa Si Kurus tersebut.

Sanksi tegas pun dijatuhkan oleh Badan Tim Nasional (BTN) melalui ketuanya, Sumardji. Fadly Alberto resmi dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20 sebagai bentuk konsekuensi atas tindakan indisipliner yang dilakukannya.

Keputusan ini menunjukkan bahwa disiplin menjadi aspek utama yang tidak bisa ditawar dalam tim nasional. Federasi ingin memastikan bahwa setiap pemain tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sikap profesional.

Fadly sendiri akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Ia mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan mendalam kepada Rakha Nurkholis, Dewa United, serta semua pihak yang terdampak.

Situasi antara kedua klub pun mereda setelah proses mediasi berjalan lancar. Manajemen Bhayangkara FC mendatangi pihak Dewa United dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan tanpa membawa ke jalur hukum.

Belajar dari kejadian tersebut, Kurniawan kini memperkuat pengawasan terhadap perilaku para pemainnya di Timnas U-17. Ia tidak ingin kejadian serupa terulang dan merusak masa depan pemain yang sedang dibina.

“Terus untuk ke para pemain sendiri kita selalu mengingatkan dan kita memang selalu bikin aturan yang cukup ketat ya, masalah disiplin, kemudian masalah attitude, kemudian yang paling penting adalah adab,” jelasnya. Aturan tersebut diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh pemain tanpa pengecualian.

Kurniawan juga menekankan pentingnya rasa hormat dalam lingkungan sepak bola. “Bagaimana mereka respect kepada antar pemain, kepada ofisial dan orang-orang sekitar kita, tekankan itu ke para pemain kita,” tambahnya.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi pesepak bola yang tidak hanya berbakat, tetapi juga berkarakter kuat. Dengan disiplin dan kontrol emosi yang baik, ia berharap para pemain muda Indonesia mampu bersaing dan menjaga nama baik bangsa di level internasional.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral