- Kita Garuda
Dua Pemain Timnas Indonesia Berpotensi Bentrok Jelang Hadapi Oman di FIFA Matchday Juni 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Dua pemain Timnas Indonesia berpotensi bentrok di akhir musim 2025-2026. Hal itu bisa terjadi sebelum duel melawan Oman pada FIFA Matchday Juni 2026.
Skuad Garuda tengah berupaya membangun kembali bersama John Herdman. Era kepelatihan juru taktik asal Inggris itu telah dimulai pada Maret lalu.
Timnas Indonesia melakoni ajang bertajuk FIFA Series 2026 yang diadakan di Jakarta. Mereka berhasil meraih hasil positif dengan skor 4-0 atas St Kitts and Nevis.
Namun, skuad Garuda kandas dengan skor tipis 0-1 dari Bulgaria. Kini, Herdman perlu mempersiapkan diri untuk agenda berikutnya yang mana adalah jeda internasional pada Juni mendatang.
Dalam jendela internasional atau yang dikenal dengan FIFA Matchday ini, Timnas Indonesia bisa melakoni dua laga. Sejauh ini, sudah ada satu laga yang diketahui, yaitu melawan Oman pada 5 Juni 2026.
Hal itu diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Oman (OFA) pada Sabtu (25/4/2026) kemarin. Namun, PSSI belum bisa mengonfirmasinya, melalui Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji.
"Masih belum bisa dipastikan," kata Sumardji melalui pesan singkat saat dihubungi tvOnenews.com, Sabtu (25/4/2026).
- REUTERS/Stringer
Bagaimanapun, Herdman perlu bersiap untuk FIFA Matchday siapa pun lawannya. Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen berpotensi mendapatkan panggilan lagi mengingat status mereka sebagai pemain tim nasional.
Namun, sebelum bahu-membahu di Timnas Indonesia, keduanya berpotensi bentrok di Liga Belgia. Kesempatan terbuka setelah Pelupessy membantu Lommel SK menyingkirkan Club Liege di babak playoff promosi ke kasta tertinggi Liga Belgia.
Pada Selasa (28/4/2026) dini hari tadi WIB, Lommel menang dengan skor 2-1 berkat dwigol Zalan Vancsa. Mereka unggul 5-1 secara agregat dan akan menantang Beerschot di semifinal playoff promosi-degradasi.
Jika menang, maka Lommel akan menghadapi tim terbawah dari kasta tertinggi Liga Belgia, yaitu FCV Dender. Tim yang diperkuat oleh Ragnar Oratmangoen itu bisa dipastikan finis terakhir di playoff degradasi meski masih memiliki jatah bertanding dua kali lagi.
Sebab, Dender berada di peringkat keempat dengan catatan 22 poin dari 34 laga. Untuk selamat, mereka memerlukan sembilan poin yang mana tidak terjangkau lagi dalam dua laga.