- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Marselino Ferdinan Siap Main, Media Vietnam Soroti Kekuatan Timnas Indonesia di Tengah Absennya Pemain Diaspora
tvOnenews.com - Marselino Ferdinan dipastikan menjadi pusat perhatian dalam persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026.
Di tengah absennya banyak pemain Garuda yang berkarier di Eropa, gelandang muda andalan Indonesia itu justru muncul sebagai satu-satunya pemain abroad yang masuk daftar pemusatan latihan.
Fakta ini bahkan ikut disorot media Vietnam, Soha, yang menilai kehadiran Marselino menjadi sinyal penting dalam strategi baru John Herdman untuk membangun kekuatan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026.
- Instagram Marselino Ferdinan
Sorotan dari Soha tak lepas dari komposisi skuad yang dinilai cukup berbeda dibandingkan sebelumnya.
Dari total 23 pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan di Jakarta pada 26–30 Mei 2026, mayoritas merupakan pemain yang berkarier di kompetisi domestik.
Dalam laporan tersebut, media Vietnam bahkan menyebut kondisi ini sebagai “situasi yang menjanjikan sekaligus penuh tanda tanya”.
"Semua ini menjanjikan angin segar bagi Indonesia. Sebanyak 23 pemain akan mengikuti kamp pelatihan intensif untuk memilih skuad optimal untuk Kejuaraan Asia Tenggara," tulis Soha.
- Instagram/marselinoferdinan10
Pasalnya, hanya Marselino Ferdinan yang saat ini bermain di Eropa bersama AS Trencín.
"22 dari 23 pemain dalam daftar tersebut saat ini bermain di Indonesia, dengan hanya Marselino Ferdinan yang bermain untuk AS Trenčín (Slovakia)," kata Soha.
Pelatih John Herdman menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan.
Ia mengaku telah memantau langsung performa para pemain di liga domestik sepanjang musim, dan ingin memberi kesempatan bagi mereka untuk membuktikan diri.
Di sisi lain, absennya sejumlah pemain diaspora tetap menjadi perhatian utama. Nama-nama seperti Emil Audero, Justin Hubner, Jay Idzes, hingga Ragnar Oratmangoen tidak masuk dalam daftar.
- instagram Jay Idzes
Namun, alasan di balik hal ini cukup jelas. Turnamen AFF 2026 tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub-klub Eropa tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain mereka.
Situasi tersebut membuat Herdman harus memutar strategi dengan mengandalkan kekuatan pemain lokal. Meski begitu, skuad yang dipanggil tetap memiliki kombinasi menarik.