- Facebook - VVV Venlo
Kasus Passportgate Dean James Mulai Berimbas untuk Timnas Indonesia, Satu Pemain Keturunan Ini Pilih Tunda Naturalisasi
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dean Zandbergen sempat menjadi sorotan publik tanah air sebagai salah satu calon pemain naturalisasi yang paling dinanti. Namun kini, pemain berdarah Depok berusia 24 tahun itu memilih menahan langkahnya dan tidak terburu-buru merampungkan proses pindah kewarganegaraan ke Indonesia.
Keputusan ini bukan muncul tanpa sebab yang jelas. Skandal yang dikenal dengan istilah Passportgate telah menghantam dunia sepak bola Belanda dengan keras, menyeret puluhan nama pemain dalam pusaran masalah keabsahan paspor yang belum tuntas hingga hari ini.
Dean Zandbergen sendiri angkat bicara soal alasan di balik penundaan tersebut. Striker andalan VVV-Venlo di Eerste Divisie musim 2025/2026 itu mengaku ingin melihat terlebih dahulu bagaimana akhir dari polemik yang sedang bergejolak ini.
"Setelah skandal paspor di sepak bola, saya menundanya untuk sementara waktu. Pertama, saya ingin menunggu dan melihat apa hasilnya. Saya selalu bisa melanjutkan proses itu lagi setelahnya," ujar Zandbergen, sebagaimana dikutip dari ELVoetbal.
- Instagram @vvv_venlo_1903
Di tengah keputusan tersebut, performa Zandbergen di lapangan justru terus melambung tanpa hambatan. Ia telah tampil dalam 35 laga bersama VVV-Venlo sepanjang musim ini, dengan torehan impresif berupa 15 gol dan tiga assist.
Statistik itulah yang membuat banyak pihak di Indonesia semakin sayang jika harus melepaskannya begitu saja. Keturunan Depok yang mewarisi darah Indonesia dari jalur keluarganya itu sejatinya sangat dibutuhkan oleh Timnas Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia sendiri tidak tinggal diam menyikapi kerumitan regulasi yang ada. Finalisasi Rancangan Undang-Undang Kewarganegaraan kini tengah dikebut agar bisa menjadi fondasi hukum yang lebih kuat bagi para atlet diaspora di seluruh penjuru dunia.
Salah satu poin krusial dalam revisi aturan itu adalah rencana perpanjangan batas usia pemilihan kewarganegaraan hingga 26 tahun. Lebih dari itu, pemerintah juga membuka wacana skema kewarganegaraan ganda terbatas khusus bagi individu berprestasi di bidang olahraga.
Langkah regulasi ini tentu menjadi angin segar bagi Zandbergen yang kini berdiri di persimpangan antara karier dan identitas kebangsaan. Jika aturan baru tersebut berhasil disahkan tepat waktu, peluang naturalisasinya tidak tertutup sepenuhnya..
Zandbergen sendiri menutup komentarnya dengan nada yang tidak sepenuhnya menutup pintu bagi Indonesia. Optimisme masih terpancar jelas dari setiap kata yang ia lontarkan.
*"Itu akan menjadi tonggak baru dalam kariernya. Saya menengok ke belakang, ini adalah tahun yang luar biasa sejauh ini. Semoga, ini pertanda baik untuk sisa tahun ini," pungkasnya. (fan)