- AFC
Pengamat China Tak Terima Timnas U-17 Indonesia Menang, Semprot Pelatih Jepang Bin Ukishima: Percuma Digaji Mahal
tvOnenews.com - Kemenangan dramatis Timnas Indonesia U-17 atas China di laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026 rupanya memicu reaksi panas dari Negeri Tirai Bambu.
Sejumlah pengamat sepak bola China meluapkan kekecewaan mereka usai tim muda negaranya takluk 0-1 dari Garuda Muda di Jeddah, Arab Saudi.
Sorotan tajam terutama diarahkan kepada pelatih asal Jepang, Bin Ukishima, yang dinilai gagal membawa China tampil efektif meski federasi telah mengeluarkan dana besar untuk merekrut pelatih asing.
Hasil ini cukup mengejutkan. Pasalnya, sebelum tampil di putaran final Piala Asia U-17 2026, China dua kali sukses menumbangkan Indonesia dalam laga uji coba, bahkan sempat menang telak 7-0 pada Februari lalu.
- AFC
Namun saat duel resmi berlangsung, situasinya berubah total.
Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto justru tampil lebih disiplin dan mampu mencuri gol kemenangan lewat Keanu Sanjaya pada menit ke-87.
Gol telat itu memastikan Garuda Muda membuka turnamen dengan tiga poin penting.
Kekalahan tersebut membuat pengamat senior sepak bola China, Ma Dexing, angkat bicara.
Ia menilai penyebab utama hasil buruk itu bukan kualitas pemain, melainkan keputusan taktik sang pelatih.
"Ma Dexing dengan tegas menyatakan bahwa tanggung jawab utama atas kekalahan ini harus dipikul oleh pelatih kepala Bin Ukishima," tulis media China 163.com.
Menurutnya, skuad China sebenarnya punya materi pemain yang cukup untuk mengatasi Indonesia.
Namun pendekatan permainan yang diterapkan terlalu konservatif dan minim kreativitas.
"Meskipun secara teori memiliki kekuatan yang lebih unggul, kekalahan dalam pertandingan tersebut sama sekali bukan masalah sikap atau kemampuan para pemain," kata Ma Dexing.
Ia juga menyoroti susunan pemain yang dianggap terlalu aman sejak menit awal.
"Pengerahan pasukan dan manajemen di lapangan yang dilakukan Ukishima memiliki kekurangan yang jelas dari awal hingga akhir."
"Susunan pemain inti saja sudah cukup menunjukkan bahwa pemilihan pemain ini terlalu konservatif," lanjutnya.
Sepanjang laga, China memang mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Indonesia.