- Instagram @maartenpaes
Gagal Ke Piala Dunia Tak Buat Kiper Naturalisasi Menyesal Jadi WNI, Ini Rencana Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia Terungkap
Jakarta, tvOnenews.com - Kiper naturalisasi Timnas Indonesia, Maarten Paes ternyata tak menyesal menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah gagal ke Piala Dunia 2026.
Maarten Paes tetap pada komitmennya untuk terus membela Timnas Indonesia dan membangun sepak bola di Tanah Air.
Timnas Indonesia gagal ke turnamen paling bergengsi di dunia tersebut setelah tersingkir di Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena kalah dari Arab Saudi dan Irak.
Dengan turnamen yang digelar empat tahun sekali, maka peluang Maarten Paes untuk tampil di edisi berikutnya tetap terbuka mengingat usianya saat ini sudah menyentuh 27 tahun.
Sembari menunggu waktu Kualifikasi Piala Dunia 2030 digelar, Maarten Paes mengaku tetap setia pada panggilan negara di setiap jeda internasional.
"Ini adalah proyek jangka panjang bagi saya, apresiasi yang luar biasa dari para penggemar dan penduduk setempat yang selalu menginspirasi saya dan motivasi untuk memberikan sesuatu pada Indonesia," kata Maarten Paes dikutip dari laman NU NL, Senin (11/5/2026).
Bahkan jika akhirnya Timnas Indonesia kembali gagal menembus Piala Dunia 2030, Maarten Paes tetap akan mengabdi pada negara.
Bahkan dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk membangun sepak bola Tanah Air.
Ide tersebut muncul ketika Maarten Paes datang langsung ke Indonesia dan bermain bersama anak-anak di daerah kumuh.
"Meskipun hari itu indah dan mempersatukan kami, tapi kenyataan ketika para anak-anak bermain dengan sendal jepit dan bahkan tanpa alas kaki membuat saya terluka," katanya.
"Jadi mari kita terus tingkatkan fasilitas sepak bola di Indonesia untuk melatih bintang-bintang masa depan," kata Maarten Paes.
Maarten Paes bahkan tetap memegang kata-kata sang nenek, pihak yang membuatnya menjadi WNI. Seperti diketahui, berbeda dari pemain lain yang memiliki keturunan langsung, Maarten Paes adalah pemain naturalisasi dari keturunan blijvers atau orang Belanda tanpa darah Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia.
Sang nenek sudah menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam keluarganya dan sudah mendarah daging. Hal ini pula yang membuat Maarten Paes akan terus memegang status Warga Negara Indonesia.
"Baik Anda seorang Kristen, Muslim, atau Buddha; Anda diperlakukan setara. Dalam hal itu, Indonesia adalah contoh bagi seluruh dunia. Meskipun masih banyak yang perlu dilakukan di negara itu untuk mengurangi kesenjangan yang sangat besar antara kaya dan miskin," tutupnya. (hfp)