- REUTERS/Toby Melville
7 Pemain 'Grade A' yang Bisa Segera Dinaturalisasi PSSI usai Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, John Herdman Dijamin Senang
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia resmi masuk neraka di Piala Asia 2027. Sebanyak tujuh pemain keturunan ini bisa 'menyelamatkan' skuad Garuda dalam ajang paling bergengsi di benua Asia tersebut.
Dalam drawing yang berlangsung di Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026) waktu setempat, Timnas Indonesia berada di Grup F. Tim besutan John Herdman ini akan melawan Jepang, Qatar, dan Thailand.
Bukan cuma berat di atas kertas, ketiga lawan Garuda ini punya reputasi mentereng di level Asia. Jepang adalah tim dengan ranking FIFA tertinggi di Asia (peringkat 18 dunia), Qatar dua kali juara AFC berturut-turut (2019 dan 2023), sementara Thailand adalah penguasa Asia Tenggara yang selalu tembus 16 besar dua edisi terakhir.
Tapi jangan keburu pesimis dulu. Ada satu senjata rahasia yang selama ini terus diasah PSSI untuk mengangkat level Skuad Garuda, yakni program naturalisasi pemain keturunan. Pertanyaannya, siapa saja pemain kelas dunia yang paling layak diperjuangkan untuk memperkuat barisan merah putih sebelum peluit Piala Asia 2027 berbunyi pada 7 Januari mendatang?
Berikut 7 nama yang wajib ada di radar PSSI segera!
1. Jenson Seelt
- Instagram/VfL Wolfsburg
Bayangkan punya bek setinggi 192 cm yang sudah merasakan atmosfer Premier League di usia 21 tahun. Itulah Jenson Seelt, pemain Sunderland yang saat ini dipinjamkan ke klub Bundesliga Jerman, VfL Wolfsburg.
Koneksinya dengan Indonesia bukan sekadar cerita, darah Ambon mengalir dalam dirinya dari garis sang kakek. Dengan nilai pasar mencapai Rp34,8 miliar dan postur ideal untuk duel udara maupun permainan bola tanah, Seelt adalah calon tandem sempurna bagi kapten Jay Idzes di jantung pertahanan Garuda.
2. Tristan Gooijer
- Instagram @peczwolle
Kalau Timnas Indonesia butuh pemain yang bisa mengisi lima posisi berbeda dalam satu skuad, Tristan Gooijer adalah jawabannya. Pemuda 20 tahun lulusan akademi Ajax Amsterdam sejak 2016 ini bisa beroperasi sebagai bek kanan, bek kiri, bek tengah, gelandang bertahan, hingga gelandang sayap.
Darah Indonesia mengalir dari nenek pihak ayahnya yang lahir di Maluku. Fleksibilitas taktis Gooijer sangat relevan untuk sistem John Herdman yang kerap butuh pemain serbabisa.