news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto.
Sumber :
  • FFI

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
Rabu, 13 Mei 2026 - 00:37 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kesuksesan Timnas Futsal Indonesia menembus peringkat ke-14 dunia versi FIFA menjadi pencapaian bersejarah. Namun di balik prestasi tersebut, tersimpan sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi oleh federasi.

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.

Menurut Michael, peran Hector tidak hanya sebatas pelatih kepala, tetapi juga menjadi sosok strategis dalam merancang arah pengembangan futsal Indonesia secara menyeluruh.

“Jadi pertama saya senang ya, karena Coach Hector adalah bukan hanya pelatih kepala tapi juga direktur teknik yang memang tanggung jawabnya menganalisa dan menyiapkan langkah-langkah juga yang perlu diambil oleh federasi untuk penguatan bukan cuma timnas, tapi ekosistem,” ujar Michael.

Ia menegaskan, fokus utama yang ditekankan oleh Hector adalah pembangunan ekosistem jangka panjang, mulai dari pembinaan usia dini hingga regenerasi pemain yang berkelanjutan.

“Ekosistem jangka panjang kita juga yang nanti bisa membantu pemain-pemain, regenerasi, pembibitan dan seterusnya,” lanjutnya.

Meski berhasil menembus peringkat 14 dunia, Michael mengingatkan bahwa capaian tersebut bukan berarti Indonesia sudah berada di level standar dunia. Ia menilai masih banyak aspek yang harus dibenahi, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan atlet.

“Betul, ranking kita sudah naik ke-14 dunia, tapi bukan berarti kita sudah mencapai standar dunia. Harus kita akui. Permainan timnas, oke. Tapi banyak hal di futsal Indonesia ini soal kesiapan infrastruktur yang merata, soal peningkatan kualitas pelatih, perangkat pertandingan, termasuk kesejahteraan atlet,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa isu kesejahteraan atlet bukan hanya dialami oleh futsal, tetapi juga cabang olahraga lain di Indonesia.

Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Michael menilai kunci utama ada pada transformasi futsal menjadi sebuah industri yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kuncinya adalah membangun industri. Karena kalau futsal itu hanya sekadar hobi, ada sekelompok orang punya hobi futsal bikin klub, mereka kan bakar duit kira-kira begitu,” ungkapnya.

Menurutnya, ketergantungan pada dukungan pemerintah memiliki batas, sehingga diperlukan keterlibatan sektor swasta dan ekosistem ekonomi yang kuat di dalam futsal.

“Kalau dia menjadi industri, dia akan mampu menghidupi dirinya sendiri. Ada perputaran ekonomi. Contohnya di Eropa dan Amerika di mana olahraga itu industri. Kalau dia menjadi industri, maka gaji pemain, penghidupan pemain, bahkan masa depan atlet itu juga pasti dengan sendirinya akan terangkat,” jelas Michael.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa federasi tidak bisa hanya menunggu industri berkembang dengan sendirinya, tetapi harus aktif menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan tersebut.

“Nah, tapi di sini kita nggak bisa sekadar menunggu tiba-tiba industrinya muncul. Federasi hadir untuk membantu kebijakan-kebijakan yang memfasilitasi industri futsal,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah memperbanyak kompetisi serta memperbaiki struktur liga agar lebih profesional dan konsisten.

“Contohnya apa? Kompetisi kita perbanyak. Gimana kita bicara industri kalau kompetisinya sedikit dan jadwalnya nggak jelas. Gimana kita bicara industri kalau timnasnya sendiri kurang berprestasi. Nah, dengan timnas sudah berprestasi, dengan liga semakin banyak seperti Liga 2 Futsal, PFL 2, kita berharap ruang untuk keterlibatan swasta juga semakin meningkat,” paparnya.

Michael optimistis, dengan kombinasi prestasi timnas dan pembenahan kompetisi, masa depan futsal Indonesia akan semakin cerah, termasuk peningkatan kesejahteraan seluruh pelaku di dalamnya.

“Dan otomatis nanti kesejahteraan para penggiat futsal, mau itu wasit, perangkat pertandingan, ataupun pemain juga pasti akan naik juga,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
01:22
05:11
01:38
03:33
22:38

Viral