- tvonenews.com - Ilham Giovani
Meski Masuk Grup Neraka, John Herdman Tunjukkan Mental Baja dan Siap Bawa Timnas Indonesia Bersaing di Piala Asia 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai kehadiran skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027 bukan sekadar pelengkap. Menurut dia, Jepang dan Qatar justru melihat Indonesia sebagai salah satu lawan paling berat yang harus dihadapi di fase grup.
Timnas Indonesia sendiri tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand pada ajang Piala Asia 2027. Hasil undian itu langsung memunculkan sorotan karena skuad Garuda datang dari pot 4, tetapi dianggap memiliki kekuatan yang terus berkembang.
Tim Merah Putih memang menjadi salah satu tim dengan ranking paling rendah dibanding peserta lain yang berada di pot 1, 2, dan 3. Meski demikian, perkembangan performa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak negara mulai memberikan perhatian lebih.
Pot 4 sendiri dihuni oleh Kirgistan, Korea Utara, Kuwait, Singapura, serta salah satu dari Lebanon atau Yaman. Namun, di mata Herdman, Indonesia merupakan tim yang paling menonjol dibanding negara lain yang berada di pot tersebut.
Pelatih asal Inggris itu menilai kualitas skuad Garuda saat ini sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Hal itu pula yang diyakini membuat Jepang dan Qatar tidak bisa memandang Indonesia sebelah mata.
"Saya pikir, Indonesia adalah tim terberat di pot 4. Saya pun yakin Jepang dan Qatar merasakan hal yang sama," ujar Herdman dalam wawancara yang dikutip dari akun YouTube Timnas Indonesia, Sabtu (16/5/2026).
Herdman melihat persaingan di Grup F bakal berlangsung sangat ketat sejak laga pertama. Menurut dia, tidak ada satu pun tim yang benar-benar mudah untuk dikalahkan di grup tersebut.
- Kitagaruda.id
"Anda tahu mereka punya tim yang begitu tangguh saat ini. Tidak ada tim yang mudah dilawan di dalam grup ini," jelas Herdman.
"Jadi saya melihatnya dari sudut pandang mereka, bagaimana perasaan pelatih mereka karena ada Indonesia dan Thailand, tim tangguh lainnya," tambahnya.
Herdman percaya bahwa Indonesia kini mulai mendapat respek dari negara-negara besar Asia. Keberhasilan skuad Garuda tampil kompetitif di berbagai ajang internasional membuat posisi mereka semakin diperhitungkan.
Sejak ditunjuk PSSI pada awal 2026, Herdman memang terus menekankan pentingnya membangun mental bertanding pemain. Ia ingin Indonesia tidak lagi tampil inferior saat menghadapi negara-negara kuat Asia seperti Jepang maupun Qatar.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu bahkan menyebut Jepang sebagai standar yang harus dikejar Indonesia. Menurut Herdman, menghadapi Samurai Biru bukan hanya soal pertandingan di Piala Asia 2027, tetapi juga bagian dari proyek besar menuju Piala Dunia 2030.
"Akan tetapi, dari sudut pandang saya, Anda tahu Jepang adalah ujian besar bagi kita. Saya pikir jika kita mau lolos ke Piala Dunia 2030, saya menjaga visi saya di sana," kata Herdman.
"Selalu bekerja keras sebelum 2030 dan untuk tujuan utama tersebut kita harus mendekati Jepang. Itu adalah proses. Proses mental, dan kemudian proses teknikal, taktikal," sambungnya.
Herdman menilai Jepang menjadi contoh ideal bagi perkembangan sepak bola Asia. Konsistensi mereka tampil di level dunia dianggap sebagai gambaran target yang ingin dicapai Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Ia juga memahami bahwa jarak kualitas antara Indonesia dan Jepang masih cukup besar saat ini. Karena itu, Herdman menegaskan bahwa proses pembenahan harus dilakukan secara bertahap, baik dari sisi mentalitas maupun aspek teknikal dan taktikal.
Pertandingan melawan Jepang pada matchday pertama Grup F diprediksi menjadi ujian berat bagi skuad Garuda. Laga tersebut diyakini bakal menjadi gambaran sejauh mana perkembangan Timnas Indonesia di bawah arahan Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun itu mengaku sudah mempelajari perbedaan kualitas dari pertemuan sebelumnya di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Herdman kini berupaya mencari cara agar Indonesia mampu memangkas ketertinggalan secara taktikal ketika kembali menghadapi skuad Samurai Biru.
(igp/sub)