- Reuters/Paul Childs
Pascal Struijk Akhirnya Bela Timnas Indonesia Usai Diabaikan Belgia dan Belum Dilirik Belanda? Bek Liga Inggris Itu Pernah Bilang Begini
Jakarta, tvOnenews.com - Peluang Pascal Struijk untuk membela Timnas Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat. Bek Leeds United itu kini berada di persimpangan setelah namanya tak masuk skuad Belgia, sementara masa depannya bersama Timnas Belanda juga masih belum menemui kejelasan.
Nama Struijk memang bukan sosok asing bagi pencinta sepak bola Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain berusia 26 tahun tersebut kerap dikaitkan dengan proyek naturalisasi Timnas Indonesia karena memiliki garis keturunan Tanah Air.
Bek kelahiran Antwerp itu berada dalam situasi yang cukup unik. Struijk diketahui memenuhi syarat untuk membela tiga negara sekaligus, yakni Belgia, Belanda, dan Indonesia.
Belgia menjadi salah satu opsi karena ia lahir di negara tersebut. Sementara itu, darah Belanda dan Indonesia mengalir dari garis keluarganya yang memiliki hubungan dengan masa Hindia Belanda.
Hingga saat ini, Struijk tercatat belum pernah tampil dalam pertandingan resmi bersama tim nasional senior mana pun. Situasi itu membuat peluangnya untuk menentukan pilihan negara masih terbuka lebar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Struijk lebih sering dikaitkan dengan Timnas Belanda. Ia bahkan sempat menunggu peluang dipanggil De Oranje demi mewujudkan ambisinya tampil di level tertinggi sepak bola Eropa.
Namun, harapan tersebut belum juga menjadi kenyataan. Situasi semakin menarik setelah pelatih Belgia, Rudi Garcia, tidak memasukkan namanya ke dalam daftar skuad terbaru yang dipersiapkan menuju Piala Dunia.
- REUTERS/Scott Heppell
Kegagalan masuk skuad Belgia membuat kans Struijk membela Indonesia kembali mencuat. Kini, harapan terakhirnya di Eropa bergantung pada keputusan pelatih Belanda, Ronald Koeman, yang dijadwalkan mengumumkan daftar pemain pada akhir bulan ini.
Peluang Struijk sebenarnya sempat terbuka setelah Matthijs de Ligt dikabarkan harus menjalani operasi dan absen cukup lama. Namun, persaingan di lini belakang Belanda tetap sangat ketat dengan banyaknya bek berkualitas yang dimiliki De Oranje.
Nama-nama seperti Virgil van Dijk, Nathan Ake, Stefan de Vrij, hingga Micky van de Ven masih menjadi pilihan utama. Belum lagi kehadiran talenta muda seperti Jorrel Hato dan Jan Paul van Hecke yang membuat persaingan semakin sulit ditembus.
Di tengah situasi tersebut, PSSI diyakini terus memantau perkembangan Struijk. Federasi sepak bola Indonesia itu kabarnya sudah lama memasukkan nama sang pemain ke dalam radar naturalisasi.
Langkah memilih Timnas Indonesia dinilai bisa menjadi jalan realistis bagi Struijk untuk memulai karier internasionalnya. Situasi serupa sebelumnya juga pernah dialami Kevin Diks yang akhirnya memilih memperkuat skuad Garuda.
Menariknya, keraguan Struijk terhadap masa depannya bersama Belanda sebenarnya pernah ia ungkapkan beberapa tahun lalu. Dalam wawancara pada 2022, ia mengaku sempat kecewa dengan komunikasi dari pihak Timnas Belanda.
“Saya membuat pilihan yang jelas, saya ingin bermain untuk tim nasional Belanda,” ujar Struijk, dikutip dari Voetbal Primeur.
- REUTERS/Toby Melville
Meski sempat masuk daftar sementara, namanya akhirnya dicoret dari skuad utama. Struijk merasa komunikasi yang dilakukan pihak federasi saat itu tidak memberinya gambaran jelas mengenai perannya di dalam tim.
“Biasanya kamu tidak akan ditelepon secara personal. Saya tidak pernah berbicara dengan Van Gaal sama sekali, saya berbicara dengan manajer tim,” kata Struijk kepada Voetbal Zone.
“Dia menghubungi saya dan menanyakan beberapa hal seperti bagaimana kondisi saya, apakah saya fit, dan sedikit soal situasi saya dengan Belgia,” lanjutnya.
Struijk juga mengaku tidak pernah mendapat penjelasan soal posisi yang akan ia mainkan di Timnas Belanda. Menurutnya, tim pelatih hanya melihat rekaman pertandingan tanpa komunikasi lebih mendalam.
“Mereka tidak mengatakan posisi apa yang mereka rencanakan untuk saya. Saya pikir mereka hanya memutuskan lewat video saya di mana cocoknya saya bermain,” ungkapnya.
Di sisi lain, hubungan Struijk dengan Indonesia juga sempat menjadi sorotan. Ia mengaku mengetahui asal-usul darah Indonesianya berasal dari sang kakek dan nenek yang dahulu meninggalkan Hindia Belanda dan menetap di Eropa.
“Ya, dari kakek nenek saya yang meninggalkan Hindia Belanda ke Belanda,” ujarnya, dikutip dari Sportmagazine.
Meski begitu, Struijk mengaku selama ini lebih dekat dengan budaya Belanda dan Belgia dibanding Indonesia. Ia bahkan sempat heran melihat besarnya antusiasme publik Indonesia terhadap dirinya.
“Saya punya garis keturunan Indonesia, namun saat ini saya lebih terlibat dengan Belanda dan Belgia. Orang-orang Indonesia sangat tahu kalau saya punya darah Indonesia. Saya tidak tahu bagaimana mereka menemukannya,” katanya.
Pengakuan lain yang cukup menarik muncul saat Struijk berbicara soal identitas dirinya. Bek Leeds United itu mengaku terkadang merasa memiliki kedekatan dengan Indonesia, tetapi di sisi lain juga merasa asing karena tidak memiliki banyak hubungan langsung dengan kehidupan di Tanah Air.
“Saya harus mengakui bahwa saya terkadang merasa sedikit orang Indonesia, tetapi kadang juga tidak,” ucap Struijk.
Kini, masa depan internasional Pascal Struijk tampaknya memasuki fase penting. Jika kembali gagal mendapat tempat di Timnas Belanda, peluangnya mengenakan seragam Merah Putih diyakini akan semakin terbuka lebar.
(sub)