- REUTERS/Ciro De Luca
Tanpa Jay Idzes, Emil Audero Gagal Selamat dari Zona Degradasi Lebih Cepat: Kami Sudah Lakukan Bagian Kami
Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero berjuang untuk membuat klubnya, Cremonese keluar dari zona degradasi Liga Italia.
Walau Cremonese menang dari Udinese dengan skor 1-0 pada Senin (18/5/2026), pada saat yang sama klub yang diperkuat oleh Jay Idzes, Sassuolo justru kalah dari Lecce dengan skor 2-3.
Lecce sendiri adalah klub pesaing Cremonese untuk menjadi klub terakhir yang terdegradasi. Dalam pertandingan itu, Jay Idzes masih absen karena cedera yang dialaminya.
Kemenangan Cremonese itu tetap menahan tim berada di peringkat 18 dengan raihan 34 poin, gagal menyalip Lecce yang unggul satu poin saja.
Artinya, pertandingan di pekan terakhir Serie A pun akan menentukan nasib tim terakhir yang didegradasi ke Serie B menyusul Verona dan Pisa yang lebih dahulu gagal bertahan di kasta tertinggi Liga Italia.
"Kegembiraan hari ini adalah kegembiraan yang campur aduk, kita harus melihat sisi positifnya karena kita memainkan pertandingan yang hebat dan tangguh," kata Emil Audero dikutip dari laman resmi Cremonese.
Emil Audero jelas tak senang dengan kemenangan Lecce atas Sassuolo. Apalagi momen tersebut membuat Cremonese harus berjuang sampai detik terakhir kompetisi selesai.
"Segala sesuatunya berjalan buruk bagi kita, tetapi kita tidak bisa mengendalikannya, apa yang bisa kita kendalikaan, kita kendalikan, kita menang dengan bermain sebaik mungkin," kata Emil Audero.
Bahkan di pertandingan terakhir, Emil Audero akan menghadapi mantan timnya, Como 1907 yang tampil sebagai kuda hitam di musim ini.
Bagi Emil Audero, alih-alih melihat Lecce yang akan menghadapi Genoa yang mana di klasemen lebih rendah dibandingkan Como, Cremonese akan fokus pada diri sendiri untuk meraih poin penuh dan menutup mata pada pertandingan Lecce.
"Sekarang kita harus memberikan yang terbaik di pertandingan terakhir, terutama fokus pada diri kita sendiri," katanya.
"Yang terpenting adalah memainkan pertandingan dengan keinginan dan semangat kompetitif yang tinggi. Como memiliki kualitas, tetapi kita harus melakukan bagian kita," tutupnya. (hfp)