news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Sumber :
  • REUTERS/Ciro De Luca

Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Nasib kontras yang sangat dramatis harus dialami oleh penjaga gawang Emil Audero Mulyadi pada laga pamungkas kompetisi Serie A Liga Italia. Emil gagal selamat-
Rabu, 27 Mei 2026 - 00:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Nasib kontras yang sangat dramatis harus dialami oleh penjaga gawang Emil Audero Mulyadi pada laga pamungkas kompetisi Serie A Liga Italia.

Emil gagal menyelamatkan timnya, Cremonese, untuk bertahan di kasta tertinggi setelah digulung oleh klub milik pengusaha kaya asal Indonesia, Como, dengan skor telak 1-4 di Stadio Giovanni Zini, Senin (25/5/2026) dini hari WIB.

Kekalahan memilukan ini memastikan langkah Cremonese harus terdegradasi dan kembali turun kasta ke Serie B musim depan.

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero
Sumber :
  • Cremonese Official

Mereka menyudahi kompetisi dengan finis di peringkat ke-18 setelah hanya mampu mengoleksi 34 poin dari 38 laga, kalah bersaing dari Lecce yang sukses selamat dari zona merah usai menang tipis 1-0 atas Genoa.

Sebaliknya, hasil positif ini menjadi malam penuh sejarah bagi kubu Como. Kemenangan telak tersebut sukses mengantarkan klub berjuluk I Lariani itu mengamankan peringkat keempat klasemen akhir sekaligus menyegel tiket lolos otomatis ke babak fase grup Liga Champions UEFA (UCL) musim depan.

Keberhasilan ini menjadi tinta emas luar biasa mengingat Como baru dua tahun merasakan promosi ke Serie A. Langkah bersejarah Como juga terbantu oleh kekalahan mengejutkan AC Milan 1-2 dari Cagliari, yang membuat Como berhak unggul satu angka dengan mengemas 71 poin di atas Rossoneri (70 poin).

Rating Jeblok Emil Audero di Tengah Kepungan Skuad Como

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero di Cremonese
Sumber :
  • Cremonese Official

Dalam laga hidup-mati tersebut, Emil Audero sejatinya sudah jatuh bangun mengawal gawang Cremonese dari gempuran lini serang lawan. Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tercatat sempat melakukan dua kali penyelamatan krusial.

Namun, rapuhnya koordinasi lini belakang membuat gawang Emil harus bobol sebanyak empat kali. Tak pelak, situs penyedia statistik Flashscore memberikan rapor merah dengan rating yang cukup rendah untuk performanya, yakni hanya 5,3.

Pesta gol tim tamu dibuka pada menit ke-36. Bermula dari aksi individu Anastasios Douvikas yang melepaskan tembakan keras, bola sebenarnya sempat diblok dengan gemilang oleh Emil Audero. Sayang, bola rebound justru jatuh ke kaki Jesus Rodriguez yang langsung menyambarnya.

Tembakan Rodriguez sempat membentur bek lawan sebelum akhirnya mengecoh Emil Audero yang sudah mati langkah. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, Como semakin menjauh menjadi 2-0 pada menit ke-51. Kerja sama apik ditunjukkan oleh Jesus Rodriguez yang melepaskan umpan cerdik kepada Douvikas untuk kemudian dikonversi menjadi gol ke sudut kiri bawah gawang Emil.

Cremonese sempat memperpanjang napas dan memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui eksekusi penalti dingin Federico Bonazzoli tepat ke tengah gawang.

Penalti tersebut dihadiahkan oleh wasit setelah pemain veteran Jamie Vardy dijatuhkan oleh Jacobo Ramon di kotak terlarang.

Di tengah perjuangan keras mengejar ketertinggalan, Cremonese justru mendapat petaka eksternal setelah David Okereke diganjar kartu merah oleh wasit dari bangku cadangan akibat melakukan protes keras yang berlebihan.

Como yang unggul jumlah pemain semakin di atas angin setelah giliran mereka yang mendapatkan hadiah penalti akibat benturan antara Matteo Bianchetti dengan Douvikas.

Lucas Da Cunha yang maju sebagai eksekutor pada menit ke-74 dengan cerdik mengecoh Emil Audero untuk mengubah papan skor menjadi 3-1.

Pesta kelolosan Como ke Liga Champions akhirnya ditutup dengan manis melalui brace alias gol kedua dari Lucas Da Cunha pada menit ke-81.

Menerima umpan matang, Da Cunha menang dalam situasi one-on-one dengan Emil Audero dan melepaskan sepakan keras ke sudut kanan bawah gawang. Skor telak 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski harus menutup musim dengan hasil minor dan menerima kenyataan pahit tim yang dibelanya terdegradasi, performa kiper berusia 29 tahun itu secara keseluruhan bersama Cremonese sepanjang musim ini dinilai tetap mentereng serta memikat banyak pemandu bakat klub-klub besar.

Seiring dengan berakhirnya masa peminjaman di Cremonese, masa depan Emil Audero kini langsung menjadi spekulasi panas di bursa transfer.

Publik kini menanti apakah Emil akan kembali ke klub induknya, FC Como, untuk mencicipi atmosfer megah Liga Champions Eropa, atau justru memilih menyeberang ke raksasa Turin, Juventus, yang dikabarkan terus memantau situasinya dengan serius.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:36
04:36
05:49
03:15
02:13
01:30

Viral