- FIFA.com
Usai Bajak Mathew Baker dari Nova Arianto, John Herdman Beri Tugas Rahasia untuk Kevin Diks di Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman resmi mempromosikan pemain Timnas Indonesia U-19, Mathew Baker ke skuad senior.
Mathew Baker yang awalnya diproyeksikan bergabung dengan skuad Timnas Indonesia U-19 untuk turnamen Piala AFF U-19 justru dibajak John Herdman untuk tampil bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday edisi Juni 2026.
John Herdman bahkan secara khusus menugaskan Kevin Diks untuk membagikan pengalaman dan ilmunya pada pemain Melbourne City ini.
John Herdman mengaku punya alasan khusus membajak Mathew Baker dari Nova Arianto. Menurutnya, Mathew Baker menjadi awal program jangka panjang mengenai pengembangan pemain muda.
"Ya, saya rasa saya sudah mengatakannya terakhir kali. Kami memiliki sebuah strategi yang disebut strategi akselerasi. Jadi, tujuannya adalah untuk mempercepat talenta muda," kata John Herdman di Stadion Madya, Jakarta, Senin (1/6/2026).
"Talenta yang menunjukkan beberapa indikator profil untuk posisi-posisi yang kami lihat di tim nasional," kata John Herdman.
Menurut pelatih asal Inggris ini, Mathew Baker masuk dalam kategori akselerasi pemain muda tersebut.
"Dia tentu saja menunjukkan bahwa dia bisa memenuhi beberapa indikator tersebut di TC yang kami adakan di bulan Mei," katanya.
John Herdman bahkan terkesan dengan permainan Mathew Baker yang baru genap berusia 17 tahun ini. Tanpa pikir panjang, dia pun meminta Nova Arianto untuk melepas Mathew Baker demi dipromosikan ke tim senior.
"Kami sangat terkesan dengan apa yang kami lihat. Jadi, bagi dia, semakin muda Anda bisa memulai karier internasional Anda, semakin besar peluang yang Anda miliki untuk melompat ke tahap karier Anda berikutnya," kata John Herdman.
Selama karir kepelatihannya, John Herdman memang kerap melakukan gebrakan dengan mencari bibit pemain muda.
Hasilnya pun terlihat dengan pemain Timnas Kanada yang muncul berkat mata jelinya seperti Jonathan David dan Liam Millar.
"Mereka ini adalah pemain-pemain muda yang dulunya berada di akademi dan diberi kesempatan di tim nasional, mereka kemudian menemukan diri mereka berada di klub-klub besar dan momen-momen besar," kata John Herdman.