- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama - Instagram @persija
Ungkap Alasan Panggil Rayhan Hannan ke Timnas Indonesia, John Herdman Jajal Atribut Spesial sang Pemain
tvOnenews.com – Gelandang muda milik Persija Jakarta Rayhan Hannan tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah kembali mendapatkan kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia senior.
Pemanggilan ini diproyeksikan untuk menghadapi dua laga uji coba internasional dalam agenda FIFA Matchday kontra Oman dan Mozambik.
Jika nantinya diberikan menit bermain oleh tim pelatih pada dua laga yang dijadwalkan berlangsung Jumat (5/6/2026) dan Selasa (9/6/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tersebut, hal itu akan menambah perolehan caps internasional milik Hannan.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Saat ini, pemain berbakat tersebut tercatat telah mengantongi tiga caps bersama tim Garuda senior yang didapatnya pada Desember 2024 lalu saat berlaga di ajang Kejuaraan ASEAN (Piala AFF).
"Rasanya senang, apalagi ini senior pertama saya dengan banyak diaspora. Jadi belajar banyak juga dengan mereka," ungkap Rayhan Hannan saat diwawancarai oleh awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Ketika disinggung mengenai rapor penampilannya bersama Macan Kemayoran pada kompetisi musim ini, pemain berusia 22 tahun tersebut mengakui sempat mengawali musim dengan start yang lambat.
Namun, grafik performanya melonjak tajam dan mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya dalam 10 pertandingan terakhir yang dilakoni sejak Maret lalu.
Dari total 10 laga krusial tersebut, tercatat hanya sekali Hannan memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Selebihnya, ia selalu dipercaya turun sebagai starter sejak menit awal, di mana ia sukses menutup musim dengan kontribusi total tiga gol dan satu assist.
Mengenai kunci sukses di balik kebangkitan performanya tersebut, Hannan menilai pasang surut penampilan adalah hal yang lumrah di dunia si kulit bundar.
Sebagai pesepak bola profesional, ia hanya memilih untuk tidak menyerah dan terus menempa diri lewat kerja keras.
"Ya mungkin itu sepak bola. Sama kayak hidup, kadang di atas kadang di bawah, tapi saya gak pernah hilang fokus, saya kerja keras, dan semua akan datang pada waktunya," jelas Hannan secara dewasa.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Di sisi lain, Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman membeberkan argumen serta alasan taktis di balik keputusannya menyertakan nama Hannan ke dalam jajaran 23 pemain final.
Menurut arsitek tim asal Inggris tersebut, Hannan memiliki profil serta atribut khusus yang saat ini sangat dibutuhkan di dalam skema permainan timnya.
"Setiap posisi memiliki profil yang mencakup aspek fisik, teknis, dan taktis. Rayhan sangat cocok dalam beberapa aspek teknis dan taktis tersebut," tutur John Herdman membedah kualitas sang pemain.
Lebih lanjut, mantan pelatih Timnas Kanada ini memuji intensitas permainan Hannan yang dinilai sangat cocok dengan filosofi dan identitas permainan yang ingin ia tanamkan di tubuh skuad Garuda saat ini.
"Intensitas pressing-nya mencerminkan identitas yang ingin kami lihat. Kemampuannya bermain di antara lini lawan dan memecah garis pertahanan juga berada pada level yang baik," papar Herdman.
Kendati melayangkan pujian, Herdman menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya bagi Hannan adalah membuktikan konsistensi tersebut di level yang lebih tinggi, terutama saat harus berduel langsung dengan barisan pemain bertahan tangguh milik Indonesia yang berkarier di Eropa.
"Sekarang tugas kami adalah mengujinya ketika berhadapan dengan pemain seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks. Itu level yang berbeda. Apakah dia bisa beradaptasi? Dia memulai dengan baik dan semoga terus berkembang," pungkas pelatih berusia 50 tahun tersebut.