- Kita Garuda
Belum Dilirik Timnas Indonesia, Mesin Gol Liga Jerman Ini Menggila dan Bawa Klubnya Juara di Eropa: Sukses Cetak 9 Gol Sepanjang Musim
Jakarta, tvOnenews.com - Meski belum masuk radar Timnas Indonesia, salah satu pemain keturunan Tanah Air ini justru tampil impresif di Eropa. Ia sukses mengantarkan klubnya meraih gelar juara dengan torehan sembilan gol sepanjang musim di Jerman.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus diperkuat oleh sejumlah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kehadiran mereka terbukti memberikan dampak positif terhadap kualitas permainan skuad Garuda, baik di level kelompok umur maupun tim senior.
Meski demikian, masih banyak talenta berdarah Indonesia yang belum mendapatkan perhatian dari tim nasional. Beberapa di antaranya bahkan tengah menunjukkan perkembangan pesat bersama klub masing-masing di Eropa.
Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Said Brkic. Pemain muda yang berkarier di Jerman itu tampil impresif sepanjang musim dan sukses membantu timnya meraih gelar juara.
Nama Said mungkin belum terlalu familiar bagi pencinta sepak bola Indonesia. Namun, ia memiliki keterkaitan erat dengan skuad Garuda karena merupakan adik kandung Amar Brkic, pemain yang pernah membela Timnas Indonesia U-17.
Amar Brkic sempat menjadi sorotan saat tampil bersama Timnas Indonesia U-17 pada ajang Piala Dunia U-17 2023. Berbeda dengan sang kakak yang kerap bermain di sektor sayap, Said lebih nyaman beroperasi sebagai gelandang tengah.
Pemain kelahiran Jerman, 26 September 2010, itu saat ini menimba ilmu di akademi Eintracht Frankfurt. Meski masih berusia 15 tahun, Said sudah menunjukkan potensi besar sebagai salah satu talenta masa depan.
- Eintracht Frankfurt
Darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya berasal dari sang ibu, Diyah Hadiyati. Diyah diketahui berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dan berprofesi sebagai dokter spesialis anak di Jerman.
Sementara itu, ayah mereka, Moamer Brkic, merupakan dokter spesialis ortopedi yang memiliki keturunan Bosnia-Jerman. Dengan latar belakang tersebut, Said dan Amar memiliki peluang membela tiga negara berbeda, yakni Indonesia, Jerman, atau Bosnia.
Performa Said sepanjang musim ini menjadi alasan mengapa namanya mulai mendapat perhatian. Ia tampil gemilang bersama tim junior Eintracht Frankfurt dan turut mengantarkan klubnya meraih gelar Hessenpokal.
Pada partai final, tim Said tampil dominan dengan menghancurkan SV Wehen Wiesbaden dengan skor telak 5-1. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi pemain muda yang tengah berkembang pesat itu.
Hessenpokal merupakan kompetisi piala regional bergengsi di negara bagian Hesse, Jerman. Turnamen tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu jalur menuju kompetisi nasional DFB-Pokal.
Dalam perjalanan menuju gelar juara, kontribusi Said terbilang sangat signifikan. Ia tampil dalam lima pertandingan dan berhasil mencetak dua gol untuk membantu timnya melaju hingga partai puncak.
Tak hanya bersinar di turnamen tersebut, statistik Said sepanjang musim juga sangat mengesankan. Dari total 19 pertandingan yang dijalani di berbagai ajang, ia mampu mengemas sembilan gol.
- nachwuchs.eintracht.de
Berkat penampilan konsisten tersebut, Said mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan di DFB Campus pada 6 hingga 10 Juni mendatang. Agenda itu menjadi bagian dari persiapan Timnas Jerman U-15 menghadapi Austria.
Meski sudah mencatatkan debut bersama kelompok umur Jerman, peluang Indonesia untuk mendapatkan jasanya masih terbuka. Selama belum tampil dalam pertandingan resmi di level senior, Said masih memiliki hak untuk berpindah federasi sesuai regulasi FIFA.
(sub)