- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Nurdin Halid Klaim Jadi 'Bapak Perintis' Naturalisasi
Jakarta, tvOnenews.com – Mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid mengklaim dirinya inisiator program naturalisasi pertama dengan tujuan awal untuk transform of skill (transfer kemampuan) kepada pemain lokal. Ia memberi contoh Cristian Gonzáles pada Piala AFF 2010.
Menurutnya, meski konsep jumlah pemain naturalisasi saat ini lebih banyak dibandingkan era kepemimpinannya, Nurdin Halid tidak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, yang terpenting adalah Timnas Indonesia bisa meraih kemenangan.
"Naturalisasi merupakan satu dari sebelas program PSSI. Intinya, industri bola menuju pentas dunia. Maka, ketika Piala AFF 2010 itulah naturalisasi pertama, Cristian Gonzales. Sekali pun berbeda konsep dengan sekarang," kata dia di Jakarta, Selasa malam, 9 Juni 2026.
Akan tetapi, lanjut Nurdin Halid, program naturalisasi diadakan adalah dalam rangka transform of skill. Dari pemain diaspora kepada pemain-pemain lokal. Sekarang itu telah berjalan. Sekali pun kalau dahulu konsep saya paling banyak lima pemain naturalisasi.
"Nah, kalau sekarang banyak sekali. Tapi itu bukan menjadi persoalan. Bangsa kita bangsa bola. Bangsa kita, yang penting, Indonesia menang. Mau naturalisasi, tidak naturalisasi, yang penting Indonesia menang," tuturnya.
Kehadiran Nurdin Halid malam ini bertepatan dengan FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Mozambik berakhir dengan keunggulan lewat gol Ole Romeny, yang berhasil mencetak gol pertama Timnas Indonesia atas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dalam pertandingan ini, John Herdman tak banyak melakukan rotasi khususnya di lini depan. Duet Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny yang didukung dengan kehadiran Marselino Ferdinan bahkan membuat Mozambik terkena culture shock alias gegar budaya.
Serangan bertubi-tubi bahkan sempat membuat lini belakang Mozambik kelimpungan. Sampai akhirnya di menit 12, umpan Ragnar Oratmangoen mampu dieksekusi dengan apik oleh Ole Romeny dengan tendangan keras yang tak bisa digapai oleh kiper Mozambik.