- instagram Rizky Ridho
Reaksi Rizky Ridho Usai Insiden Tindakan Provokatif yang Menimpa Beckham Putra: Dukung Siapa pun yang Berjuang untuk Lambang Garuda!
tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus tegas terkait pentingnya menjaga persatuan di dalam skuad Garuda.
Bek andalan Indonesia itu mengingatkan bahwa seluruh pemain yang mengenakan seragam Merah Putih sejatinya adalah satu keluarga yang memiliki tujuan sama, yakni berjuang untuk bangsa dan negara.
Pesan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah hangatnya perbincangan mengenai insiden yang menimpa Beckham Putra setelah laga FIFA Matchday melawan Mozambik.
Di saat Timnas Indonesia tengah menikmati euforia kemenangan, masih muncul tindakan provokatif yang dinilai mencederai semangat kebersamaan yang selama ini dibangun di dalam tim.
Bagi Ridho, perbedaan klub asal tidak boleh menjadi alasan untuk memecah solidaritas pemain.
Ia menegaskan bahwa ketika seorang pesepak bola mengenakan lambang Garuda di dada, seluruh rivalitas yang biasanya terjadi di level kompetisi domestik harus ditinggalkan demi kepentingan yang lebih besar, yaitu Timnas Indonesia.
Rizky Ridho Ajak Hentikan Rivalitas Klub di Timnas
Pesan tersebut disampaikan Ridho melalui Instagram Story pada Rabu (10/6), sehari setelah Timnas Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Dalam unggahannya, Ridho membagikan foto kebersamaan bersama Saddil Ramdani, Beckham Putra, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
- Instagram @persija.ac
Melalui unggahan itu, ia menegaskan bahwa para pemain Timnas Indonesia berasal dari latar belakang klub yang berbeda, namun tetap bersatu ketika membela negara.
"Kita mungkin datang dari klub yang berbeda, tetapi saat mengenakan jersi tim nasional, kita adalah satu keluarga," tulis Ridho.
Pemain yang dipercaya mengenakan ban kapten dalam dua pertandingan terakhir melawan Oman dan Mozambik menggantikan Jay Idzes yang mengalami cedera itu juga mengingatkan agar berbagai bentuk provokasi dihentikan.
"Mari hentikan segala bentuk kebencian dan provokasi, dan dukung siapa pun yang berjuang untuk lambang Garuda."
Pesan tersebut dianggap sebagai respons atas munculnya gesekan yang diduga dipicu sentimen rivalitas antarklub, khususnya yang melibatkan pemain dari Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Insiden Beckham Putra Jadi Sorotan
Perhatian publik tertuju pada insiden yang menimpa Beckham Putra seusai pertandingan Indonesia kontra Mozambik pada Selasa (9/6/2026) malam.
Saat para pemain berkeliling lapangan untuk menyapa suporter dan merayakan kemenangan bersama Garuda Fans, sejumlah oknum suporter diduga melakukan tindakan provokatif kepada Beckham.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa orang mengacungkan jari tengah serta melontarkan kata-kata yang memancing emosi pemain muda tersebut.
Situasi sempat memanas ketika Beckham terlihat merespons perlakuan tersebut. Beruntung, Kevin Diks segera turun tangan dan menenangkan keadaan sehingga ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
- instagram Beckham Putra
Peristiwa itu menuai kritik luas karena dinilai bertentangan dengan semangat persatuan yang selama ini selalu digaungkan Timnas Indonesia.
Banyak pihak menilai pemain yang sedang membela negara seharusnya mendapat dukungan penuh tanpa memandang asal klub mereka.
Dukungan juga datang dari kapten utama Timnas Indonesia, Jay Idzes. Meski tidak bermain karena cedera, bek yang memperkuat Sassuolo itu menyampaikan solidaritas kepada rekan-rekannya melalui media sosial.
"Begitu kita mengenakan seragam Indonesia, kita semua bersatu. Kamu adalah bagian dari kami," tegas Idzes.
PSSI Siapkan Sanksi Berat untuk Pelaku
Federasi sepak bola Indonesia mengambil sikap tegas atas kejadian tersebut. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan pihaknya sangat menyesalkan perlakuan yang diterima Beckham Putra.
"PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis," ujar Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (10/6/2026).
Menurut Yunus, tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih Beckham masih berusia muda dan merupakan salah satu aset penting masa depan Timnas Indonesia.
"Ini tentu menjadi hal yang tidak kami harapkan. Apalagi Beckham masih berusia muda dan merupakan aset penting bagi Timnas Indonesia. Karena itu, kami sangat menyayangkan kejadian tersebut."
Yunus kembali mengingatkan bahwa rivalitas klub seharusnya cukup menjadi bagian dari dinamika kompetisi sepak bola nasional dan tidak dibawa ke level tim nasional.
"Kami selalu mengingatkan kepada para suporter agar menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia. Kalau memang ada rivalitas klub, biarlah rivalitas itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetisi sepak bola Indonesia."
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain yang membela Timnas Indonesia hadir dengan tujuan yang sama, yakni mengharumkan nama bangsa.
"Jangan sampai rivalitas tersebut membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik kepada pihak lain. Apa pun klub yang berkompetisi di Liga 1 maupun Championship, jangan sampai sentimen itu terbawa ke Timnas Indonesia."
PSSI kini tengah mengidentifikasi para pelaku dan membuka peluang pemberian sanksi berat. Bahkan, federasi tidak menutup kemungkinan menjatuhkan larangan seumur hidup untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia di stadion.
"Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding," tegas Yunus.
"Masa ada suporter yang mengatai, menghujat, dan melontarkan makian kepada pemain Timnas Indonesia? Ini sudah keterlaluan," tandasnya. (udn)