news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mitchell Baker Bukan Pemain Biasa, Ini Jejak Darah Indonesia di Balik Hattricknya Bersama Timnas Indonesia.
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

Bukan Timnas Indonesia Apalagi Malaysia, Komentator Vietnam Pilih Negara ini sebagai Rival Terberatnya di Piala AFF 2026

Komentator Vietnam buat pengakuan mengejutkan. Meski akui Timnas Indonesia sebagai kandidat juara dan rival kuat, ia justru menyebut negara ini sebagai lawan paling berbahaya.
Kamis, 30 Juli 2026 - 19:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Piala AFF 2026 baru memasuki fase awal penyisihan grup, tetapi persaingan menuju gelar juara sudah mulai memanas.

Timnas Indonesia membuka perjalanan di turnamen dengan hasil yang meyakinkan setelah menghajar Kamboja 5-1 pada laga perdana Grup A, sementara Vietnam tampil lebih impresif dengan kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste.

Dua hasil tersebut membuat duel Indonesia kontra Vietnam yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di fase grup.

Namun, di tengah besarnya sorotan terhadap rivalitas kedua tim, muncul pernyataan menarik dari komentator sepak bola Vietnam, Quang Huy.

Timnas Indonesia jadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup
Sumber :
  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

Alih-alih menyebut Timnas Indonesia sebagai lawan paling berbahaya, Quang Huy justru menilai Thailand tetap menjadi rival utama Vietnam dalam perebutan gelar Piala AFF 2026.

Pernyataan tersebut kemudian diangkat oleh media Vietnam, Soha.vn.

"Piala AFF 2026 sedang memasuki tahap awal babak penyisihan grup, tetapi komentator Quang Huy telah memprediksi bahwa meskipun Indonesia dan Malaysia mungkin menjadi lawan yang tangguh, saingan terkuat Vietnam tetaplah Thailand," tulis Soha.vn.

Meski menganggap Thailand sebagai rival utama, Quang Huy tidak meremehkan kekuatan Timnas Indonesia.

Menurutnya, skuad Garuda tetap pantas dimasukkan ke dalam empat kandidat terkuat untuk menjuarai Piala AFF 2026. Bahkan, Indonesia diperkirakan akan menjadi pesaing langsung Vietnam dalam perebutan status juara Grup A.

"Saya rasa Indonesia seharusnya masih termasuk di antara empat kandidat teratas untuk kejuaraan ini. Itu berarti di grup kami, mereka masih bersaing memperebutkan posisi teratas dengan Vietnam," kata Quang Huy.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan.

Di bawah arahan John Herdman, Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam organisasi permainan, pressing, dan transisi menyerang.

Pada laga kontra Kamboja, Indonesia tampil dominan dengan kombinasi pemain naturalisasi dan talenta lokal.

Mitchell Baker mencuri perhatian lewat hattrick pada debutnya, sementara Thom Haye menyumbang tiga assist dan Sandy Walsh ikut mencatatkan namanya di papan skor.

Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia kini tidak lagi bergantung kepada satu atau dua pemain saja, melainkan memiliki kedalaman skuad yang lebih merata.

Hal menarik dari komentar Quang Huy adalah pengakuannya bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya berasal dari pemain naturalisasi.

Ia bahkan menilai skuad Garuda tetap berbahaya meski tidak diperkuat seluruh pemain yang berkarier di Eropa.

"Singapura juga memenangkan kedua pertandingan pembuka mereka. Namun, saya tetap berpikir Indonesia, bahkan tanpa pemain naturalisasi terbaik mereka, adalah lawan yang layak dan mampu bersaing setara dengan Vietnam," ujarnya.

Pandangan tersebut cukup berbeda dibanding beberapa tahun lalu, ketika Indonesia sering dianggap hanya mengandalkan pemain-pemain keturunan.

Kini, kombinasi pemain lokal seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Beckham Putra, hingga Saddil Ramdani dinilai mampu melengkapi kualitas pemain naturalisasi seperti Thom Haye, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Mitchell Baker.

Quang Huy juga mengingatkan bahwa Vietnam harus menjalani laga tandang ketika menghadapi Indonesia.

Atmosfer stadion yang dipenuhi suporter Garuda dinilai bisa menjadi keuntungan besar bagi tim asuhan John Herdman.

"Secara spesifik, ketika mereka (Timnas Indonesia) menghadapi Vietnam di babak penyisihan grup, mereka akan bermain di kandang sendiri. Vietnam akan bermain melawan Singapura di kandang kita, dan kemudian bertandang ke Indonesia untuk bermain di kandang mereka," jelas Quang Huy.

Ia meyakini pertandingan tersebut berpotensi menentukan siapa yang akan finis sebagai juara Grup A.

"Oleh karena itu, saya pikir Indonesia akan tetap menjadi pesaing langsung Vietnam. Tim mana pun yang memenangkan pertandingan itu akan memiliki peluang bagus untuk finis di puncak grup," tambahnya.

Dalam format Piala AFF 2026, hanya dua tim terbaik dari masing-masing grup yang berhak melaju ke semifinal.

Posisi juara grup menjadi incaran karena berpotensi menghadapi lawan yang relatif lebih ringan dibanding runner-up.

Meski memberi banyak pujian kepada Indonesia, Quang Huy tetap berpendapat bahwa Thailand adalah lawan terberat Vietnam dalam perebutan trofi.

Menurutnya, pengalaman panjang Thailand di level Asia Tenggara membuat mereka tetap menjadi tolok ukur kekuatan kawasan.

"Thailand berbeda. Maksud saya, Indonesia masih berada di 4 besar, artinya di grup kita, mereka akan menjadi pesaing langsung Vietnam," kata Quang Huy lagi.

"Jika dilihat dari keseluruhan turnamen, saya tetap yakin Thailand dan Vietnam akan menjadi dua tim yang bersaing memperebutkan posisi pertama dan kedua," imbuhnya.

Thailand memang memiliki rekor terbaik sepanjang sejarah Piala AFF dengan koleksi gelar terbanyak.

Selain itu, mereka juga tetap dihuni banyak pemain berpengalaman yang bermain di Thai League, kompetisi yang masih dianggap sebagai salah satu liga terbaik di Asia Tenggara.

Meski tetap menjagokan Thailand sebagai rival utama, Quang Huy mengakui bahwa pertandingan Vietnam melawan Indonesia bisa menjadi laga paling krusial di fase grup.

Ia menilai hasil pertandingan tersebut bukan hanya menentukan siapa yang menjadi juara Grup A, tetapi juga berpotensi memengaruhi jalur menuju final.

"Dengan kata lain, pertandingan antara Vietnam dan Indonesia akan sangat penting, karena kemungkinan besar akan menentukan posisi teratas di grup. Lebih jauh lagi, untuk menghindari menghadapi Thailand di semifinal, kita mungkin harus mengalahkan Indonesia di kandang mereka, karena Thailand di grup lain kemungkinan besar akan finis pertama," pungkasnya.

Melihat performa kedua tim pada laga pembuka, duel Indonesia kontra Vietnam memang diprediksi berlangsung sengit.

Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencetak lima gol ke gawang Kamboja, sedangkan Vietnam membawa modal kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste.

Pertemuan tersebut diyakini bukan hanya menjadi ajang pembuktian dua kandidat juara Grup A, tetapi juga menjadi salah satu pertandingan paling dinanti sepanjang gelaran Piala AFF 2026.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:30
02:38
05:39
05:01
06:32
14:06

Viral