- tvONenews-Julio Tri Saputra
Media Vietnam Sindir 'Level' Timnas Indonesia Masih ASEAN, Kekalahan dari Vietnam Disebut Jadi Bukti Nyata
tvOnenews.com - Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026 masih menjadi bahan perbincangan hangat di Asia Tenggara.
Tidak hanya disorot media dalam negeri, sejumlah media Vietnam juga memberikan ulasan tajam mengenai hasil pertandingan tersebut.
Salah satunya datang dari The Thao 247 yang menilai kekalahan 0-3 di Stadion Pakansari menjadi pengingat bahwa skuad Garuda masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin benar-benar bersaing di level tertinggi sepak bola Asia.
Media tersebut bahkan menyindir bahwa level Timnas Indonesia masih berada di kawasan Asia Tenggara, meski dalam beberapa tahun terakhir perkembangan skuad Garuda mendapat banyak pujian berkat program naturalisasi dan meningkatnya kualitas pemain yang merumput di luar negeri.
- tvOnenews-Julio Tri Saputr
Laga Indonesia kontra Vietnam memang menjadi pertandingan paling dinanti di Grup A Piala AFF 2026.
Indonesia datang dengan modal dua kemenangan beruntun atas Kamboja (5-1) dan Timor Leste (3-0), sedangkan Vietnam tampil sebagai juara bertahan dengan catatan kemenangan besar atas Timor Leste serta hasil imbang melawan Singapura.
Namun kenyataan di lapangan berjalan berbeda.
Vietnam tampil sangat efektif dan berhasil mencetak tiga gol melalui Nguyen Van Vi, Nguyen Hai Long, serta Rafaelson, sekaligus membungkam puluhan ribu pendukung tuan rumah di Stadion Pakansari.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri tren positif skuad asuhan John Herdman sekaligus mengangkat Vietnam ke puncak klasemen sementara Grup A.
Dalam laporannya, The Thao 247 menilai kemenangan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar tambahan tiga poin.
Media Vietnam itu menyebut laga di Pakansari menjadi ajang pembalasan setelah Vietnam pernah dipermalukan Indonesia dengan skor identik 0-3 pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kini keadaan berbalik.
Bermain di kandang lawan dengan atmosfer yang sangat panas tidak membuat tim asuhan Kim Sang-sik kehilangan ketenangan. Justru Vietnam mampu mengontrol jalannya pertandingan dan mengeksploitasi kelemahan pertahanan Indonesia.
Menurut media tersebut, kemenangan ini kembali menunjukkan bahwa Vietnam masih menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara.
"Ini seolah jadi pengingat bahwa tim Vietnam tetap menjadi salah satu kekuatan paling tangguh di sepak bola Asia Tenggara khususnya AFF."
"Tim nasional Vietnam menunjukkan kelas mereka ketika bertandang ke stadion Indonesia dan mengamankan kemenangan telak 3-0," tulis The Thao 247.
Bagian yang paling menyita perhatian datang ketika The Thao 247 menyinggung status Timnas Indonesia di sepak bola Asia Tenggara.
Media tersebut menilai Indonesia masih belum bisa keluar dari bayang-bayang persaingan regional karena hingga kini belum pernah meraih gelar Piala AFF sejak turnamen pertama digelar pada 1996.
Sindiran itu mengarah pada fakta bahwa Indonesia memang beberapa kali berhasil mencapai final, tetapi selalu gagal mengangkat trofi.
Bagi media Vietnam, pencapaian tersebut menjadi alasan mengapa Indonesia dinilai masih harus membuktikan diri sebelum dianggap sejajar dengan tim-tim yang konsisten menjadi juara.
Meski menggunakan kalimat bernada sindiran, pandangan tersebut tetap merujuk pada catatan sejarah turnamen, di mana Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia sudah pernah mengangkat trofi, sedangkan Indonesia masih terus memburu gelar perdana.
Di sisi lain, kekalahan dari Vietnam belum menutup peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal.
Skuad Garuda masih memiliki satu pertandingan terakhir menghadapi Singapura.
Laga tersebut menjadi pertandingan hidup-mati karena kemenangan akan membuka peluang Indonesia merebut tiket ke babak empat besar, tergantung hasil pertandingan lainnya.
John Herdman juga diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama di sektor pertahanan yang tampil kurang solid saat menghadapi tekanan cepat dari lini depan Vietnam.
Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah karena Indonesia sebenarnya sempat menciptakan beberapa peluang melalui Thom Haye dan Mitchell Baker, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.
Dalam sepak bola internasional, kekalahan besar sering kali menjadi titik balik sebuah tim.
Indonesia pernah bangkit setelah mengalami hasil buruk pada berbagai ajang sebelumnya, termasuk ketika mampu membalas kekalahan dari Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Karena itu, laga melawan Singapura bukan sekadar pertandingan terakhir fase grup, tetapi juga menjadi ujian karakter bagi skuad Garuda.
Apabila mampu bangkit dan meraih kemenangan, peluang menuju semifinal masih terbuka sekaligus menjadi jawaban terbaik atas berbagai kritik yang muncul setelah kekalahan dari Vietnam.
Sementara itu, Vietnam datang dengan kepercayaan diri tinggi usai kemenangan meyakinkan di Pakansari.
Tim asuhan Kim Sang-sik kini berada di jalur yang sangat baik untuk mengamankan posisi puncak Grup A dan melangkah ke babak semifinal sebagai salah satu favorit juara Piala AFF 2026.
(tsy)