- FC Twente
Mees Hilgers Kembali ke FC Twente, Pengamat Belanda Hubungan Disebut seperti Pernikahan Paksa
Jakarta, tvOnenews.com - Kembalinya Mees Hilgers ke FC Twente ternyata belum sepenuhnya mengakhiri drama yang melibatkan bek Timnas Indonesia tersebut.
Hubungan Mees Hilgers dengan klub Eredivisie itu bahkan digambarkan sebagai sebuah 'pernikahan paksa' oleh jurnalis sekaligus pengamat FC Twente, Leon ten Voorde.
Mees Hilgers sebelumnya lama tidak muncul dalam sesi latihan FC Twente setelah kontraknya yang semestinya berakhir justru diperpanjang secara otomatis.
Situasi tersebut memicu perbedaan pandangan antara sang pemain dengan klub hingga akhirnya kedua pihak kembali membuka komunikasi.
Kini Mees Hilgers memang sudah kembali berlatih, tetapi belum langsung bergabung dengan tim utama FC Twente. Pemain berusia 25 tahun itu untuk sementara ditempatkan di kelompok B yang mayoritas dihuni pemain yang tidak masuk dalam rencana utama klub.
Kondisi tersebut membuat Ten Voorde menilai kepulangan Hilgers berbeda dibandingkan pemain lain yang sebelumnya juga kembali ke FC Twente. Ia menyinggung Ramiz Zerrouki dan Joel Drommel yang mendapat sambutan lebih hangat ketika kembali ke klub.
"Bagaimana Anda mengumumkan kepada publik bahwa Anda kembali memiliki seorang pemain yang sebenarnya tidak menginginkan FC Twente, terang-terangan menolak bekerja untuk mendapatkan uangnya dan sementara itu memposting foto dengan mengenakan jersey Feyenoord?" ujar Ten Voorde, dikutip dari laman Twente Insite, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, FC Twente tidak bisa memperlakukan kepulangan Mees Hilgers seperti kisah reuni penuh kebahagiaan.
"Anda tidak membawanya masuk seperti cinta yang telah hilang, bisa dibilang begitu," lanjutnya.
Ten Voorde kemudian memberikan gambaran tajam mengenai situasi yang kini dihadapi FC Twente dan Mees Hilgers.
"Saya pikir para diplomat yang bekerja untuk perdamaian antara Iran dan Amerika merasakan lebih banyak kehangatan satu sama lain daripada FC Twente dan Hilgers, yang akhirnya sampai pada pernikahan paksa ini," tutupnya.