- Ahmida Yauzar
Timnas Indonesia U-20 Terancam Gagal Lolos ke Piala Asia U-20 2027, Nova Arianto Hadapi Dilema Jelang Lawan Laos
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, dihadapkan pada keputusan pelik dalam perjuangan menuju Piala Asia U-20 2027. Ia harus berhitung matang dalam menentukan komposisi pemain untuk dua pertandingan tersisa di Grup H.
Timnas Indonesia U-20 akan lebih dahulu berhadapan dengan Laos pada Kamis (3/9/2026). Setelah itu, Australia sudah menunggu Garuda Muda pada pertandingan terakhir fase grup.
Dua laga tersebut menjadi sangat krusial setelah Timnas Indonesia U-20 gagal meraih hasil maksimal pada pertandingan sebelumnya. Garuda Muda baru mengantongi satu poin setelah ditahan Malaysia.
Situasi tersebut membuat ruang melakukan kesalahan semakin sempit bagi pasukan Nova Arianto. Kemenangan atas Laos praktis menjadi target penting untuk menjaga peluang melangkah ke putaran final.
Tambahan tiga angka akan membuat Timnas Indonesia U-20 mengoleksi empat poin. Namun, Nova tidak hanya harus memikirkan bagaimana caranya mengalahkan tuan rumah.
Pertandingan kontra Australia yang menunggu setelahnya membuat pengelolaan kekuatan menjadi persoalan tersendiri. Nova harus menentukan apakah seluruh pemain terbaik langsung diturunkan menghadapi Laos atau beberapa di antaranya disiapkan dalam kondisi lebih segar untuk laga terakhir.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga tidak memandang Laos sebagai lawan yang bisa dilewati begitu saja. Status tuan rumah ditambah karakter permainan mereka menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih Garuda Muda.
"Persiapan laga selanjutnya, kita sudah melihat Laos ya. Laos sebagai tuan rumah mempunyai daya juang yang sangat baik dari sisi kecepatan, dari kemauan, daya juang yang sangat baik. Itu menjadi catatan kami," ujar Nova.
Kualitas yang diperlihatkan Laos membuat Nova harus berhati-hati jika ingin melakukan rotasi. Di sisi lain, memainkan seluruh kekuatan utama juga mempunyai konsekuensi menjelang duel yang berpotensi menjadi penentu kontra Australia.
Persoalan semakin rumit karena regulasi kelolosan membuat setiap hasil dan perolehan poin menjadi sangat penting. Timnas Indonesia U-20 tidak hanya harus mengejar posisi pertama, tetapi juga memperhitungkan kemungkinan bersaing melalui jalur runner-up terbaik.
Situasi itulah yang membuat pemilihan sebelas pemain pertama tidak sekadar mempertimbangkan kekuatan lawan. Nova bersama stafnya juga harus membaca kebutuhan tim hingga pertandingan terakhir fase grup.
"Tapi memang dalam hal ini kita harus berhitung tentang siapa pemain yang akan bermain," kata Nova.
"Karena kita tahu hanya juara grup tujuan yang terbaik, termasuk point dengan tim terakhir yang di bawah yang tidak dihitung. Itu menjadi perhatian kami dalam kami menentukan pemain yang akan tampil," tambahnya.
Dilema tersebut secara terbuka diakui mantan pemain Persib Bandung itu. Sampai menjelang pertandingan, Nova masih melihat situasi sebelum menentukan pendekatan terbaik untuk dua laga tersisa.
Satu pilihannya adalah mengambil risiko dengan mengerahkan kekuatan maksimal ketika berhadapan dengan Laos. Pilihan lainnya adalah mengatur tenaga sejumlah pemain penting agar berada dalam kondisi terbaik menghadapi Australia.
"Karena apakah kita akan mengambil di saat melawan Laos atau kita persiapkan pemain untuk menghadapi Australia. Sehingga kita masih melihat situasinya dan semoga apapun yang kita persiapkan bisa membuat kita lolos melawan Laos," ucap Nova.
Terlepas dari pilihan tersebut, kemenangan atas Laos akan memberikan napas panjang kepada Timnas Indonesia U-20. Garuda Muda setidaknya bisa memasuki pertandingan terakhir dengan peluang lolos yang tetap berada di tangan sendiri.
Skenario paling ideal tentu memenangkan dua pertandingan tersisa. Jika mampu menaklukkan Laos dan Australia, Timnas Indonesia U-20 akan menutup fase grup dengan tujuh poin.
Koleksi tersebut membuat peluang Garuda Muda mendapatkan tiket Piala Asia U-20 2027 menjadi sangat besar. Indonesia dapat mengejar status juara Grup H ataupun masuk melalui persaingan runner-up terbaik.
Skenario lain masih tersedia apabila Indonesia mengalahkan Laos kemudian bermain imbang kontra Australia. Garuda Muda akan mengoleksi lima poin dan tetap mempunyai kesempatan berada di posisi dua besar.
Persoalan menjadi jauh lebih rumit apabila Indonesia hanya mendapatkan tiga angka dari Laos kemudian tumbang dari Australia. Koleksi empat poin membuat nasib Garuda Muda ikut bergantung pada hasil pertandingan lain.
Performa Malaysia akan ikut memengaruhi persaingan di Grup H. Jika akhirnya harus mengejar jalur peringkat kedua terbaik, Indonesia juga perlu membandingkan catatannya dengan runner-up dari grup lainnya.
Selisih gol karena itu dapat mempunyai peran penting dalam perjalanan Garuda Muda. Kemenangan dengan margin besar atas Laos bisa memberikan keuntungan tambahan apabila persaingan tiket harus ditentukan melalui parameter tersebut.
Regulasi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 menyediakan tiket otomatis kepada delapan tim yang menjadi juara grup. Sementara itu, tujuh runner-up terbaik juga berhak melanjutkan perjalanan ke putaran final.
Artinya, hanya satu tim peringkat kedua dari delapan grup yang pada akhirnya gagal mendapatkan tiket. China sudah memastikan tempat tanpa melalui kualifikasi karena berstatus sebagai tuan rumah.
Sebanyak 16 negara nantinya akan bertarung pada putaran final Piala Asia U-20 2027. Sebelum memikirkan persaingan tersebut, Nova dan Timnas Indonesia U-20 kini harus terlebih dahulu menemukan formula terbaik untuk melewati ujian krusial menghadapi Laos.
(igp/rda)