- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Mohon Maaf, Ketua Umumnya Ambisius!
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia dibebani target tinggi jelang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda diharapkan mampu memanfaatkan status tuan rumah untuk meraih gelar juara dalam turnamen baru besutan FIFA tersebut.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Turnamen ini bakal mempertemukan negara-negara dari kawasan Asia Tenggara serta sejumlah tim undangan.
Sebanyak 14 negara dijadwalkan ambil bagian dalam keseluruhan turnamen. Tiga di antaranya berstatus sebagai negara undangan yang akan ikut meramaikan persaingan.
Timnas Indonesia akan tampil di Divisi 1 sekaligus bertindak sebagai tuan rumah. Dua stadion telah disiapkan untuk menggelar rangkaian pertandingan pada divisi tersebut.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi salah satu venue yang akan digunakan. Selain itu, pertandingan juga dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Bandung.
Persaingan di Divisi 1 akan terbagi ke dalam dua grup. Masing-masing grup berisikan empat negara yang akan memperebutkan tiket menuju fase berikutnya.
Timnas Indonesia menempati Grup A bersama tiga negara lainnya. Skuad Garuda akan bersaing menghadapi Malaysia, Singapura, dan tim undangan Bangladesh.
Sementara itu, Grup B dihuni sejumlah kekuatan lain dari kawasan Asia Tenggara. Vietnam, Thailand, dan Filipina akan bersaing bersama Pakistan yang hadir sebagai salah satu negara undangan.
Status tuan rumah membuat ekspektasi terhadap perjalanan Timnas Indonesia cukup tinggi. PSSI bahkan secara terbuka memasang target gelar juara kepada skuad asuhan John Herdman.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tidak menampik target tersebut merupakan bagian dari ambisi besar federasi. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada John Herdman dan Timnas Indonesia karena tuntutan tinggi yang diberikan.
Menurut Erick, PSSI memang memiliki ambisi besar untuk mempercepat perkembangan sepak bola nasional. Ia menyadari hal tersebut juga membuat dirinya sebagai Ketua Umum PSSI dianggap memiliki target yang sangat ambisius.
"Jadi, semuanya saya rasa tadi yang disampaikan coach John bahwa PSSI hari ini ambisius. Ketua Umumnya ambisius, ya, saya mengucapkan mohon maaf," ujar Erick di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Ambisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan FIFA ASEAN Cup 2026. Erick mengaitkannya dengan rencana jangka panjang yang sebelumnya telah dipresentasikan Indonesia kepada FIFA.
PSSI sebelumnya memiliki target membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2038. Namun, perkembangan dan momentum yang muncul dalam beberapa tahun terakhir membuat federasi ingin mempercepat proses kebangkitan sepak bola nasional.
"Ya, tidak lain ini bagian dari yang kita presentasikan kepada FIFA setelah Kanjuruhan waktu itu," kata Erick.
"Kita ingin lolos Piala Dunia 2038 kalau tidak salah, cuma kemarin kita lihat ada momentum, kita percepat kebangkitan bola kita," tambahnya.
Target menjadi juara membuat Timnas Indonesia membutuhkan komposisi terbaik ketika memasuki FIFA ASEAN Cup 2026. John Herdman pun memastikan dirinya tidak akan sembarangan menentukan pemain yang masuk ke dalam skuad.
Pelatih asal Inggris tersebut berencana memanggil pemain terbaik. Apalagi, turnamen tersebut berlangsung dalam periode kalender FIFA sehingga memberikan kesempatan lebih besar untuk menyusun kekuatan utama.
FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi bagian penting dari perjalanan awal Herdman bersama skuad Garuda. Ia menyebut turnamen tersebut akan menjadi jendela FIFA ketiganya sejak menangani Timnas Indonesia.
Dalam periode tersebut, Herdman telah menggunakan waktunya untuk memantau berbagai pemain yang berpotensi memperkuat skuad Garuda. Pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap pemain yang berkarier di kompetisi domestik.
Pemain diaspora yang berada di luar negeri juga masuk dalam penilaian staf pelatih. Dengan demikian, Herdman memiliki pilihan yang lebih luas ketika menentukan komposisi untuk menghadapi turnamen tersebut.
Herdman mengaku telah melakukan penilaian terhadap pemain lokal selama enam bulan terakhir. Proses itu menjadi salah satu dasar dalam menentukan siapa yang layak mendapatkan tempat di Timnas Indonesia.
Kondisi pemain juga akan menjadi pertimbangan penting sebelum daftar skuad ditetapkan. Herdman hanya ingin membawa pemain yang berada dalam kondisi bugar, sehat, dan siap membantu Indonesia mengejar kemenangan.
"Ya, singkatnya, pemain terbaik yang tersedia akan dipilih untuk FIFA ASEAN. Itu jendela FIFA. Saya sudah memiliki tiga jendela FIFA, ini akan menjadi yang ketiga untuk memilih pemain terbaik," ucap Herdman.
"Kami telah menilai pemain lokal selama enam bulan terakhir, kami telah menilai pemain diaspora, jadi mereka yang bugar, sehat, dan siap menang akan dipilih," tutupnya.
(igp)