- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Pelatih Malaysia Singgung soal Kenangan Manis di SUGBK Jelang Hadapi Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, menyinggung soal kenangan Manis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dia akan kembali menghadapi Timnas Indonesia.
Skuad Garuda melanjutkan perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Malaysia. Duel akan diselenggarakan di SUGBK pada Senin (28/9/2026) malam ini WIB.
Tim asuhan John Herdman mengawali turnamen dengan gemilang usai mengalahkan Singapura dengan skor 2-0. Gol-gol Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen menjadi pembeda dalam laga itu.
Ini merupakan pertemuan pertama Timnas Indonesia dan Malaysia di level senior sejak 2021. Pada saat itu, Tan Cheng Hoe juga menjabat sebagai pelatih Malaysia, yang kalah telak 1-4 di Piala AFF 2020.
Namun, sebelumnya, Tan Cheng Hoe pernah menang dua kali atas Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pada 2019 lalu, Malaysia menang dua kali atas Garuda dengan skor 2-0 di kandang dan 3-2 di SUGBK.
Berbicara sebelum duel kontra Timnas Indonesia, Tan Cheng Hoe mengenang kembali momen manis mengalahkan skuad Garuda di SUGBK. Namun, dia menekankan bahwa pertandingan hari ini adalah hal yang berbeda dengan 2019.
“Memori baik pertandingan di GBK? Ya, tentu saja, kita, saya pernah memenangi perlawanan di sini dalam 2019 dalam babak kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Satu memori yang terbaik untuk saya,” kata Tan Cheng Hoe kepada awak media..
“Dan tentu saja, pertandingan besok menentang Indonesia adalah pertandingan yang berbeda, turnamen yang berbeda, dengan suasana pemain ramai yang berbeda. Jadi, kita semua menantikan perlawanan besoklah, semua orang dalam tim antusias untuk menanti pertandingan besok itu,” tambahnya.
Timnas Indonesia diharapkan mendominasi permainan namun Tan Cheng Hoe tidak berharap bermain bertahan selama 90 menit penuh. Dia menekankan bahwa Malaysia juga akan menyerang.
“Kita akan tengok dalam staf kepelatihan, perlu kita berbincang sama ada kita bermain seperti biasa atau kita menukar kepada lebih bertahan atau kepada serangan,” tandasnya.
“Tentu saja, dalam bola sepak, kalau kita bertahan 90 menit, tak cukup untuk kita mampu kekal apa dengan kekuatan serangan daripada Indonesia. Tentu saja, kita perlu menyerang juga untuk mendapatkan keputusan yang positif untuk pasukan kami,” sambung Tan. (rda)