- tvOnenews-Ilham Giovani
John Herdman Ingin SUGBK Jadi 'Neraka' buat Malaysia: Ini Rumah Kita, Mereka Harus Melindunginya
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, ingin atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi tempat yang menyeramkan bagi Malaysia. Ia berharap dukungan suporter bisa membuat Harimau Malaya merasa tidak nyaman sepanjang pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia dalam pertandingan kedua Grup A pada Senin (28/9/2026). Duel sarat gengsi tersebut bakal berlangsung di SUGBK, Jakarta.
Pertandingan kali ini sekaligus kembali mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah rivalitas panjang di kawasan Asia Tenggara. Duel Indonesia dan Malaysia bahkan kerap mendapatkan label Derbi Melayu karena tingginya gengsi dalam setiap pertemuan.
Menariknya, kedua negara sudah cukup lama tidak saling berhadapan. Indonesia dan Malaysia terbilang jarang bertemu dalam pertandingan internasional selama sekitar lima tahun terakhir.
Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada Piala AFF 2020 yang pelaksanaannya berlangsung pada Desember 2021. Ketika itu, Timnas Indonesia sukses mengalahkan Harimau Malaya dengan skor telak 4-1.
Kini, rivalitas tersebut akan kembali tersaji dengan SUGBK sebagai panggungnya. Herdman pun berharap status tuan rumah benar-benar memberikan keuntungan besar kepada skuad Garuda.
Pelatih asal Inggris tersebut sudah merasakan sendiri bagaimana besarnya energi yang bisa diberikan para pendukung Indonesia. Menurutnya, atmosfer dari tribune mampu memberikan dampak berbeda kepada pemain sekaligus lawan.
"Ya, maksud saya, kami merasakan energinya. Suporter kami sangat luar biasa," ujar Herdman di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (27/9/2026).
"Saat kami berada di stadion tersebut, kehadiran para suporter membuat lawan merasa tidak nyaman dan membuat kami merasa seperti di rumah sendiri," tambahnya.
Herdman bahkan memberikan misi khusus kepada para pendukung skuad Garuda. Ia ingin suporter menjaga SUGBK sebagai rumah yang sulit ditaklukkan oleh setiap lawan yang datang.
Lebih lanjut, pelatih asal Inggris itu menyebut dengan dukungan dari para suporter, Timnas Indonesia akan berusaha untuk meraih hasil terbaik demi memuhi keinginan penggemar.
"Itu misi mereka [suporter], selalu begitu. Ini rumah kita, mereka harus melindunginya, dan kami pun akan melindunginya," kata Herdman.
"Kami menyerap energi dari mereka, kami akan memberikan apa yang mereka butuhkan, tetapi pada saat-saat kami membutuhkan mereka, mereka juga harus hadir mendukung kami," sambungnya.
Dukungan tersebut semakin dibutuhkan mengingat Malaysia bukan lawan yang mudah bagi Indonesia. Catatan pertemuan kedua negara sejak 1957 bahkan menunjukkan persaingan yang sangat ketat.
Indonesia tercatat mengemas 33 kemenangan dalam pertemuan melawan Harimau Malaya. Sementara itu, Malaysia unggul tipis dengan 34 kemenangan dan 18 pertandingan lainnya berakhir sama kuat.
Catatan tersebut menjadi gambaran betapa ketatnya rivalitas kedua negara sepanjang sejarah. Herdman pun menyadari para pemainnya membutuhkan dukungan penuh ketika kembali berhadapan dengan Malaysia.
Di sisi lain, Herdman memastikan para pemain juga memiliki tanggung jawab untuk membalas dukungan tersebut. Ia menegaskan seluruh penggawa Timnas Indonesia telah mencurahkan tenaga dan waktunya demi memberikan kemampuan terbaik.
"Yang bisa kami kendalikan, dan saya sudah sampaikan ini kepada para suporter, kami memberikan segalanya. Para pemain ini bekerja keras di balik layar, kelompok kepemimpinan tim, mereka mempelajari taktik, proses pemulihan mereka," jelas Herdman.
Keseriusan para pemain bahkan disebut tidak hanya terlihat ketika berada di lapangan. Herdman mengungkap bagaimana Kevin Diks dan kawan-kawan menjaga kondisi serta fokus selama mengikuti turnamen.
"Mereka di sini bukan sebagai turis, mereka tidak berpesta di balik layar, mereka tidak begadang bermain kartu sampai pukul 3 pagi," ucap Herdman.
"Mereka tidak sedang menikmati kuliner khas Indonesia di restoran-restoran; mereka berada di sini, memulihkan fisik, menjaga fokus, karena mereka menginginkan apa yang kita inginkan, dan mereka bekerja keras untuk itu. Suporter harus menghargai hal tersebut," tutupnya.
(igp/rda)