news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Bung Harpa Kritik Kartu Merah Thom Haye, Singgung Permainan Timnas Indonesia yang Mengkhawatirkan

Hasil imbang 0-0 Timnas Indonesia kontra Malaysia menyisakan sejumlah catatan. Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, menyoroti kartu merah dari Thom Haye.
Selasa, 29 September 2026 - 11:52 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, memberikan sorotan terhadap penampilan Timnas Indonesia saat bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan kedua Divisi 1 Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah akibat pelanggaran terhadap Arif Aiman.

Keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan Malaysia untuk mencetak gol. Hingga pertandingan berakhir, kedua tim harus puas berbagi poin setelah skor tetap 0-0.

Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny saat Hadapi Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

Hasil tersebut membuat situasi Indonesia dalam persaingan menuju babak berikutnya menjadi semakin sulit. Untuk menjaga peluang lolos, Indonesia wajib mendapatkan hasil yang lebih baik daripada Malaysia pada pertandingan terakhir menghadapi Bangladesh, 1 Oktober mendatang.

Selain hasil pertandingan, kartu merah Thom Haye menjadi salah satu sorotan utama. Bung Harpa menilai insiden tersebut tidak terlepas dari sikap sang pemain yang beberapa kali terlihat melakukan protes dan menunjukkan emosinya di lapangan.

"Thom Haye, begitu banyak dan sering sekali belakangan ini Thom Haye marah-marah baik di Persib Bandung, baik di AFF juga kita masih ingat dan di pertandingan itu kayak ada beberapa kali, satu dua kali melakukan protes dan puncaknya satu pelanggaran yang sangat perlu," ucap Bung Harpa dilansir dari kanal YouTube pribadinya.

Menurut Bung Harpa, situasi yang berujung kartu merah tersebut sebenarnya bermula dari sebuah situasi yang tidak terlalu berbahaya. Ia menyebut momen tersebut lebih tepat disebut sebagai semi serangan balik.

"Bukan serangan balik, Bung Harpa mengatakan itu semi serangan balik dan tidak terlalu berbabaya."

Namun, Thom Haye kemudian melakukan pelanggaran yang membuatnya harus meninggalkan lapangan. Bung Harpa menilai keputusan wasit memberikan kartu merah memang sesuai dengan aturan permainan karena adanya gerakan stamping.

"Tapi dia kemudian dengan ceroboh melakukan pelanggaran, yang sebenarnya ditarik kaosnya malah hanya kartu kuning saja, tapi karena dia stamping, itu foul, sudah diatur dalam law of the game FIFA, memang kartu merah," tuturnya.

Bung Harpa mengaku langsung memikirkan bagaimana Indonesia dapat bertahan setelah harus bermain dengan 10 pemain. Menurutnya, tayangan ulang justru memperjelas bahwa keputusan kartu merah tersebut memang layak diberikan.

"Dan ketika terjadi seperti itu, kemudian ada replay, ada slow motion, ya komentator tidak berani langsung mengatakan apa yang sebenarnya. Kalau gua udah jelas, begitu melihat replay, itu memang kartu merah, yang gua pikirin what's next? bagaimana kita bermain dengan 10 orang di sisa sekitar satu jam," pungkasnya.

Bung Harpa kemudian mengalihkan sorotannya kepada permainan Indonesia secara keseluruhan. Ia menilai permainan skuad asuhan John Herdman tidak menunjukkan perkembangan yang cukup berarti, terutama dalam hal permainan kolektif dan efektivitas serangan.

Salah satu pemain yang disebutnya mengalami penurunan kondisi fisik adalah Ole Romeny. Penyerang Indonesia tersebut dinilai bekerja terlalu keras sepanjang pertandingan hingga tenaganya terkuras.

"Bahkan sampai akhirnya di satu momen Ole Romeny yang sudah habis mesinnya, karena bekerja terlalu berat," tuturnya.

Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye
Sumber :
  • tvOnenews.com - Julio Tri Saputra

Bung Harpa juga mengaku khawatir dengan performa Indonesia setelah melihat permainan tim saat menghadapi Singapura dan Malaysia. Menurutnya, Indonesia lebih banyak berada dalam tekanan dan beruntung memiliki Maarten Paes di bawah mistar.

"Tapi again, secara overall, ini yang gua khawatirin teman-teman, bukan gua berharap, tapi melihat permainan kita melawan Singapura, lawan Malaysia yang lebih bagus, ini bahaya, dan terbukti kita benar-benar hanya menunggu kebobolan dan beruntung ada seorang Maarten Paes, kalau itu sampai kebobolan, maka selesai peluang kita untuk bisa lolos ke fase selanjutnya," ujarnya.
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:34
20:26
11:49
04:30
01:21
04:42

Viral