- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Coach Justin Bongkar Kesalahan Timnas Indonesia, Soroti Peran Thom Haye: Dia Bruno Fernandes-nya Kita
tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional, Coach Justin, memberikan pandangannya setelah Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Pertandingan Indonesia kontra Malaysia berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Duel kedua tim berlangsung ketat sejak awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Indonesia sempat tampil dominan pada awal pertandingan dengan memberikan tekanan kepada Malaysia. Namun, situasi berubah pada menit ke-36 ketika Thom Haye harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Arif Aiman.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Kehilangan satu pemain membuat Malaysia lebih leluasa meningkatkan tekanan. Meski demikian, hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Indonesia tidak memilih bermain bertahan total. Kevin Diks dan kawan-kawan tetap berusaha tampil ofensif meski harus bermain dengan 10 pemain.
Malaysia memang lebih unggul dalam penguasaan bola dan beberapa kali mengandalkan serangan dari sisi sayap. Namun, lini belakang Indonesia tampil disiplin dan mampu meredam berbagai upaya lawan untuk menembus pertahanan.
Timnas Indonesia sempat mendapatkan peluang melalui Ole Romeny pada menit ke-57. Ia berhasil menusuk ke area pertahanan Malaysia dalam sebuah situasi serangan balik sebelum terjatuh di kotak penalti. Namun, hakim garis lebih dahulu mengangkat bendera karena Romeny berada dalam posisi offside.
Setelah itu, Malaysia terus memberikan tekanan. Para pemain belakang Indonesia harus bekerja keras untuk mempertahankan gawang dari ancaman lawan. Elkan Baggott dan Justin Hubner beberapa kali jatuh bangun dalam menghalau serangan Malaysia.
Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, kondisi fisik para pemain Indonesia semakin diuji. John Herdman kemudian melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Rizky Ridho dan Nathan Tjoe-A-On untuk menjaga kekuatan lini pertahanan. Dean James dan Ole Romeny menjadi pemain yang ditarik keluar.
Maarten Paes juga tampil penting di bawah mistar gawang. Penjaga gawang Ajax Amsterdam tersebut melakukan sejumlah penyelamatan yang membantu Indonesia mempertahankan skor hingga pertandingan berakhir.
Tidak ada gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Indonesia dan Malaysia harus puas berbagi satu poin, membuat persaingan di Grup A semakin ketat.
Di balik hasil tersebut, Coach Justin menyoroti penggunaan Thom Haye dalam sistem permainan skuad Timnas Indonesia. Menurutnya, kemampuan kreatif Haye belum dimanfaatkan secara maksimal.
Coach Justin menilai Haye seharusnya diberikan peran sebagai pengatur serangan, bukan terlalu banyak dibebani tugas untuk berlari dan membantu pertahanan.
"Yang bikin gua benar-benar shock, itu ngelihat Thom Haye main, kita tahu Thom Haye semua, ia satu-satunya pemain kita yang menurut gua sangat kreatif, ibarat Bruno Fernandes-nya timnas kita," ujar Coach Justin.
"Kalau elu punya pemain kayak Bruno Fernandes, artinya apa? lu harus manfaatkan kelebihan dia, crossing, passing, assist dan visi bermain, bukan lari kiri kanan," pungkasnya.
Menurut Coach Justin, karakter permainan Thom Haye juga tidak cocok jika terus dipaksa menjalankan tugas seperti gelandang bertahan pekerja keras.
"Gua ngelihat Thom Haye main, semua bola dia uber, dia coba nge-press dan lain-lain, berusaha untuk memberikan kontribus," tuturnya.
"Itu bukan Thom Haye yang kita kenal, gua tanya, apakah dia bisa main 90 menit kayak begini? ya pasti nggak," lanjutnya.
Selain persoalan peran Haye, Coach Justin juga menyoroti pola serangan Indonesia yang terlalu bergantung pada umpan silang dari kedua sisi lapangan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan variasi serangan melalui area tengah agar permainan lebih efektif.
Ia menilai seluruh pemain telah berusaha keras, terutama ketika membangun serangan. Namun, kurangnya kreativitas dan koordinasi membuat permainan Indonesia terlihat tidak efektif.
"Lu butuh variasi dari sisi serangan, terutama dari tengah, jaraknya itu terlalu jauh," tuturnya.
- YouTube/Justinus Lhaksana
Coach Justin kemudian berandai-andai mengenai apa yang akan dilakukannya jika memiliki pemain dengan karakter seperti Thom Haye.
"Gua akan perlakukan Bruno Fernandes zamannya Ole dari awal, zamannya Ole dari awal, Bruno lu mau main dimana? belakang striker, oke lu beri kebebasan, semua bola ke elu, kasarnya begitu," ujarnya.
"Seharusnya seperti itu, karena pemain seperti Thom Haye ini langka, benar-benar tidak dimanfaatkan cara dia bermain," pungkas Coach Justin.