- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Indra Sjafri Beri Nilai 6 usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia, Singgung Soal Strategi John Herdman
Barisan pertahanan Indonesia juga harus bekerja ekstra keras sepanjang laga. Salah satu momen penting terjadi ketika Justin Hubner melakukan penyelamatan di area pertahanan untuk mencegah Malaysia mendapatkan peluang yang lebih berbahaya.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Meski demikian, Indra menilai keberhasilan mempertahankan skor tidak boleh membuat evaluasi terhadap organisasi permainan dihentikan. Menurutnya, kondisi kehilangan satu pemain harus menjadi pelajaran agar tim memiliki mekanisme yang lebih baik ketika menghadapi situasi serupa.
"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," ujarnya.
Setelah Haye meninggalkan lapangan, Indonesia praktis lebih sering menunggu serangan Malaysia. Keunggulan jumlah pemain membuat Malaysia lebih leluasa mengembangkan permainan, sedangkan Garuda mengandalkan pertahanan rapat untuk mengurangi ruang di sekitar kotak penalti.
Namun, pendekatan tersebut berhasil membawa Indonesia mengamankan satu poin. Hasil 0-0 membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Grup A, dengan Malaysia berada di posisi teratas berdasarkan produktivitas gol.
Indra kemudian menekankan bahwa keberhasilan melewati laga sulit tersebut seharusnya menjadi modal untuk melakukan pembenahan. Ia ingin Indonesia mempunyai respons yang lebih variatif apabila kembali kehilangan pemain atau menghadapi lawan yang mampu memberikan tekanan tinggi.
"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," katanya.
"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan."
Evaluasi tersebut menjadi relevan karena perjalanan Indonesia di Grup A belum selesai. Garuda masih akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir, sehingga pengalaman bermain dengan 10 pemain melawan Malaysia dapat menjadi bahan pembelajaran bagi tim asuhan John Herdman.
Indra juga mengingatkan bahwa penilaian terhadap sebuah tim tidak seharusnya hanya didasarkan pada satu pertandingan. Menurutnya, hasil 0-0 di SUGBK menunjukkan Indonesia memiliki mental bertanding yang kuat, tetapi masih membutuhkan penyempurnaan dalam menjalankan sistem permainan.