- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Kevin Diks Bicara soal Keributan usai Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Akui Sempat Terbawa Emosi Lawan Malaysia
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menunjukkan sikap berbeda ketika situasi memanas setelah pertandingan kontra Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bek Timnas Indonesia itu memilih menahan emosi dan berusaha melerai pemain yang terlibat keributan setelah Skuad Garuda memastikan kemenangan 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026).
Keributan sempat terjadi selepas pertandingan yang berlangsung dramatis tersebut, ketika tensi di lapangan belum sepenuhnya mereda setelah peluit panjang dibunyikan. Kevin Diks yang menyandang ban kapten justru berusaha menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kevin Diks mengaku sudah belajar dari pengalaman ketika menghadapi Malaysia beberapa hari sebelumnya. Dalam laga yang berlangsung panas tersebut, pemain berusia 29 tahun itu menyadari dirinya sempat terbawa atmosfer pertandingan.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Iya, saya belum melihatnya. Saya berusaha untuk lebih tenang," kata Kevin Diks.
Kapten Timnas Indonesia itu kemudian mengakui bahwa dirinya sempat terbawa atmosfer pertandingan ketika menghadapi Malaysia. Menurutnya, kondisi tersebut memang bisa terjadi dalam sebuah pertandingan yang memiliki rivalitas tinggi.
"Saat melawan Malaysia saya terbawa suasana di beberapa momen. Tapi, itulah derby, terkadang itu terjadi," ujar Diks.
Namun, Kevin Diks menyadari bahwa statusnya sebagai kapten membuat dirinya memiliki tanggung jawab lebih besar ketika menghadapi situasi panas di dalam maupun luar lapangan. Ia merasa pemain yang dipercaya menjadi pemimpin harus mampu memberikan contoh kepada rekan-rekannya.
"Namun, sebagai seorang kapten, mungkin terkadang kita harus lebih tenang," ucapnya.
Saat melawan Bangladesh, Kevin Diks berusaha menerapkan hal tersebut ketika situasi mulai memanas setelah pertandingan berakhir. Ia tidak ingin emosi sesaat justru membuat persoalan berkembang menjadi lebih besar.
"Namun, hari ini saya jauh lebih tenang dan mencoba untuk memisahkan orang-orang yang menurut saya itu tidak perlu," jelas Diks.
Bagi Kevin Diks, sepak bola memang tidak bisa dilepaskan dari emosi, terutama ketika pertandingan berlangsung dengan tekanan tinggi. Meski demikian, ia menilai pemain tetap harus mampu mengontrol dirinya ketika keadaan mulai keluar dari pertandingan.